Topik

2.412 Tenaga Kesehatan di Aceh Tamiang Siap Disuntik Vaksin Sinovac

2.412 Tenaga Kesehatan di Aceh Tamiang Siap Disuntik Vaksin Sinovac
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis. Foto : Aliyandi.

ACEH TAMIANG - Sebanyak 2.412 tenaga kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang dinyatakan siap mengikuti program penyuntikan vaksin Sinovac, sebagai upaya untuk mendukung pemerintah mengatasi pandemi COVID-19 di Tanah Air.

“Saat ini jumlah tenaga kesehatan yang sudah terdata untuk menjalani program vaksinasi mencapai 2.412 orang, mereka semua terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta aneka tenaga medis dari berbagai profesi lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Azis kepada Kabar Tamiang, Selasa (12/1/2021).

Ibnu Azis menjelaskan dari total 2.412 tenaga kesehatan, sudah 2.318 orang nakes yang saat ini telah menerima kontak pemberitahuan. Sementara 94 nakes lainnya masih menunggu pemberitahuan atau belum menerima kontak.

Namun, untuk melaksanakan suntik vaksin terhadap para nakes tersebut, pihak Dinas Kesehatan setempat mengaku masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. "Kalau persentasenya yang sudah terdata untuk divaksin saat ini sebanyak 96 persen," jelas mantan Direktur RSUD Aceh Tamiang ini.

Guna menyukseskan program tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang juga sudah menyiapkan sebanyak 32 orang tenaga vaksinator, untuk melakukan penyuntikan vaksin kepada tenaga kesehatan di daerah ini.

Meski sudah menyiapkan seluruh keperluan untuk dilakukan vaksinasi, Ibnu Azis mengakui pihaknya belum menerima vaksin Sinovac, karena vaksin yang sebelumnya sudah tiba di Aceh pada awal Januari lalu untuk sementara dikhususkan bagi daerah yang berdekatan dengan Ibu Kota Provinsi Aceh.

Untuk Kabupaten Aceh Tamiang, pihaknya masih menunggu jadwal dan instruksi dari pemerintah Provinsi Aceh. Meskipun nantinya jadwal itu akan sedikit bergeser dari jadwal yang di tetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Azis menilai pemberian vaksin Covid-19 kepada para nakes untuk tahap pertama ini sudahlah tepat. Sebab, menurutnya tenaga medis paling tinggi tingkat risikonya terpapar Covid-19, karena tingkat interaksi mereka dengan manusia lebih sering. Bahkan, manusia yang mereka hadapi tersebut adalah mereka yang sedang dalam kondisi tidak sehat (sakit).

Selain itu, menurut Azis, tujuan utama dilakukan vaksinasi terlebih dahulu terhadap para nakes di masa pandemi, yakni untuk menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity terhadap mereka. "Jadi, dalam hal ini pemerintah sudah tepat jika nakes menjadi rule model untuk dilakukan vaksin terlebih dahulu. Sebab mereka merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19," katanya.

Sehingga, kata dia, para nakes nantinya dalam bekerja akan merasa lebih aman dan nyaman, karena tubuh mereka telah memiliki anti-body atau penangkal.

"Pada dasarnya mereka tidak akan pernah mengetahui secara pasti setiap pasien yang datang, apakah mereka terpapar Covid atau tidak. Karena, seseorang baru dapat diketahui penyakit yang dideritanya setelah dilakukan pemeriksaan atau identifikasi terlebih dahulu," kata Azis. []

GeBeTan - Ramadhan
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...