Topik

Berpakaian Tidak Sesuai Syariat  Islam

20 Pekerja Salon di Aceh Tamiang Terjaring Razia WH

·
20 Pekerja Salon di Aceh Tamiang Terjaring Razia WH
Petugas WH Aceh Tamiang menjaring pekerja salon yang tidak menggunakan pakaian sesuai syariat Islam. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Petugas Sapol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Tamiang melakukan razia ke sejumlah salon di kabupaten itu.  Dalam razia tersebut, petugas WH menemukan 20 wanita pekerja salon kecantikan kedapatan tidak memakai jilbab dan memakai pakaian ketat (tidak sesuai dengan syariat islam).

Kasatpol PP Aceh Tamiang Asma'i melalui Kabid Penegakan Syariat Islam, Syahri Pua Lapu menjelaskan, pekerja ini terjaring masing-masing enam orang dari Anche D’five, enam orang dari Pinky, enam orang dari Uka-uka, dan dua pekerja dari Glamour.

“Sangat kita sayangkan karena seluruh pekerja ini merupakan masyarakat lokal yang seharusnya sudah memahami tentang syariat Islam,” kata Syahrir kepada Kabar Tamiang, Rabu (14/10/2020).

Syahrir menjelaskan, razia ini diawali laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas keempat salon itu karena mempekerjakan wanita tanpa hijab. Menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya, kemarin melakukan razia ke empat salon yang ada di Kota Kuala Simpang.

Kata Syahrir, benar saja, dari empat salon tersebut, semua pekerja tidak memakai jilbab dan memakai baju pendek ketat. "Ada 20 perempuan yang bekerja di empat salon tersebut, semuanya tidak memakai jilbab," kata Syahrir.

Beberapa salon bahkan menggunakan pintu kaca tembus pandang yang membuat para pekerja ini terlihat dari jalan. Mirisnya kata dia, berdasarkan informasi, salon ini juga melayani pengunjung pria di ruangan yang sama. “Pengelola berdalih kalau pengunjung pria ditangani waria, tapi tetap saja berada dalam satu ruangan dengan wanita yang tidak mengenakan pakaian muslim,” terang Syahrir.

Padahal, kata Syahrir, sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2020 Pasal 23, barang siapa yang tidak berbusana islami sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat 1 bisa dipidana dengan hukuman ta'zir setelah mendapat peringatan dari WH.

Kata Syahrir, karena razia baru dilakukan pertama sekali, maka pihaknya belum memberi sanksi kepada pelanggar. Pelanggar hanya diberi pembinaan dan peringatan. Sembari membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatan. “Nanti bila kedapatan mengulangi kesalahannya, maka akan langsung diamankan untuk diproses hukum,” kata Syahrir. (Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...