Topik

249 dari 352 Imigran Rohingya di BLK Lhokseumawe Kabur dari Penampungan

·
249 dari 352 Imigran Rohingya di BLK Lhokseumawe Kabur dari Penampungan
Foto : Antara

LHOKSEUMAWE - Sebanyak 249 orang dari 352 imigran Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe, Aceh, melarikan diri. Mereka kabur dari penampungan sehingga hanya tersisa 103 orang imigran.

Dilansir dari Antara, Selasa (26/1/2021), para imigran itu ditampung di BLK Desa Meunasah Mee Kandang, Muara Dua, Lhokseumawe, sejak Juni 2020. Para imigran itu diketahui kabur setelah tim dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melakukan perhitungan terhadap jumlah imigran di lokasi itu.

"Tim kami di lapangan menghitung secara rutin dan terakhir pada 8 Januari lalu. Pada saat itu terhitung jumlah pengungsi Rohingya sebanyak 103," kata Public Information Officer UNHCR, Mitra Suryono.

Sebelumnya, 99 orang imigran etnis Rohingya dari Myanmar mendarat di Pantai Lancok, Kota Lhokseumawe, pada 25 Juni 2020. Kemudian, pada 27 September 2020, ada 297 imigran Rohingya yang mendarat di Pantai Ujong Blang, Kota Lhokseumawe.

Jumlah keseluruhan imigran Rohingya tersebut sebanyak 396 orang. Mereka kemudian ditampung di BLK di Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Awalnya, jumlah imigran Rohingya telah berkurang menjadi 352 orang setelah beberapa di antara mereka kabur dari penampungan sebelum diserahkan ke UNHCR.

Pemkot Lhokseumawe kemudian menyerahkan 352 imigran itu ke UNHCR pada 4 Desember 2020. Setelah serah-terima, ada 249 pengungsi di BLK Lhokseumawe yang melarikan diri. Saat ini, hanya ada 103 orang imigran yang berada di lokasi.

Mitra Suryono menyebutkan pengungsi Rohingya adalah orang-orang yang meninggalkan negaranya demi menghindari penganiayaan. Mereka terdiri atas anak-anak, wanita, dan pria. "Pengungsi Rohingya adalah etnis minoritas yang paling teraniaya di dunia. Banyak di antara mereka berupaya mencari masa depan lebih baik bagi dirinya dan keluarga mereka," kata Mitra Suryono.

Dia menyebut tim UNHCR terus berupaya meningkatkan kesadaran para imigran soal bahaya dan risiko perdagangan manusia. Para imigran ini diminta tetap berada di penampungan demi menghindari perdagangan manusia.

"Upaya ini untuk mencegah mereka kabur dari penampungan. Selain itu, kami juga memiliki tim penjaga yang menangani keamanan di lokasi tinggal para pengungsi," kata Mitra Suryono. []

GeBeTan - Ramadhan
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...