Topik

4 Penyelundup 99 Warga Rohingya ke Aceh Dihukum 5 Tahun Penjara

·
4 Penyelundup 99 Warga Rohingya ke Aceh Dihukum 5 Tahun Penjara
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

BANDA ACEH - Empat orang penyelundup 99 warga etnis Rohingya, Myanmar, ke Aceh dihukum masing-masing 5 tahun penjara. Mereka dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penyelundupan manusia.

Keempat terdakwa adalah Afrizal, Faisal Afrizal, Abdul Aziz, dan seorang warga Rohingya di Medan, Sumatera Utara, Shahad Deen. Mereka diadili di Pengadilan Lhoksukon, Aceh Utara, dalam berkas terpisah.

Dalam persidangan, tiga warga Aceh dituntut masing-masing 6 tahun penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut mereka dengan Pasal 120 ayat (1) UU RI No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Majelis hakim kemudian memutuskan hukuman terhadap ketiganya lebih ringan dari tuntutan JPU. Hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'penyelundupan manusia' sebagaimana dalam dakwaan tunggal.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Faisal Afrizal oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp. 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan," putus hakim sebagaimana dikutip detikcom dari situs resmi PN Lhoksukon, Kamis (17/6/2021).

Putusan terhadap Faisal diketuk hakim, Senin (14/6). Pada hari yang sama, majelis hakim juga membaca vonis terhadap Afrizal dan Aziz. Keduanya juga dihukum masing-masing 5 tahun penjara. Sementara itu, Shahad divonis pada Rabu (16/6). Dia sebelumnya dituntut 7 tahun penjara. Shahad dijerat dengan pasal yang sama seperti tiga terdakwa asal Aceh.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Shahad Deen oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama satu bulan," ketuk hakim.

Kasus ini bermula dari laporan adanya nelayan yang menyelamatkan puluhan warga Rohingya yang terkatung-katung di laut setelah kapal yang mereka tumpangi rusak pada Juni 2020 lalu. Ada 99 warga Rohingya yang ada di kapal itu.

Usut punya usut, ternyata aksi penyelamatan itu merupakan modus belaka. Polisi mengungkap dugaan penyelundupan manusia terkait 99 warga Rohingya yang terdampar itu. Empat orang penyelundup pun ditangkap. Mereka adalah SD (warga Rohingya di Medan), AS, F, dan R. (**)

Detikcom
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...