Topik

58 Sekolah di Aceh Tamiang Mulai Terapkan Konsultasi Belajar di Masjid

·
58 Sekolah di Aceh Tamiang Mulai Terapkan Konsultasi Belajar di Masjid
Bupati Aceh Tamiang H. Mursil didampinggi Kepala Disdikbud Aceh Tamiang melauching kegiatan konsultansi belajar di mesjid Salman Alfarisi. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, secara resmi mulai mengaktifkan konsultasi belajar di masjid, Kamis (3/9/2020).

Aktivitas konsultasi belajar ini diluncurkan di Masjid Salman Alfarisi, Tualang Cut Kecamatan Manyak Payed dan dihadiri puluhan siswa dan guru tingkat SD, SMP dan SMA sederajat. Sebelum memulai aktivitas belajar, para siswa dan guru terlebih dahulu melaksanakan shalat ashar.

Selanjutnya para siswa yang didampingi masing-masing guru mulai membahas materi pelajaran yang sebelumnya telah dibagikan pada pagi hari melalui android.

Kadis Pendidikan Aceh Tamiang, Zukarnain Putra menjelaskan konsultasi belajar di masjid ini merupakan solusi atas keluhan siswa dan orang tua yang kesulitan menjalankan proses belajar jarak jauh.

Menurutnya, selama ini ada dua kendala yang dihadapi para orang tua, yaitu segi ekonomi dan segi pemahaman ilmu pengetahuan teknologi dalam menggunakan fungsi android. “Kendala ekonomi berdampak pada kesulitan orang tua membeli pulsa dan segi Iptek tentunya menyulitkan orang tua membantu siswa mengikuti pelajaran secara daring,” kata Zulkarnain.

Di hari pertama ini, Zulkarnain menyebutkan seluruh sekolah di Aceh Tamiang yang berjumlah 58 sekolah, terdiri atas SD, SMP dan MIN masing-masing sebanyak 12 sekolah, MTS 10 sekolah, MAN 5 sekolah dan SMA 7 sekolah sudah melaksanakan konsultasi belajar di masjid. “Kegiatan ini didukung 35 masjid dan enam musolah,” ujar Zulkarnain didampingi Kabid Dikdas Bambang Supriyanto.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil, SH, M.Kn dalam kesempatan itu menjelaskan kegiatan ini baru sebatas uji coba dan akan dievaluasi pada pekan pertama.

Bila hasil evaluasi menunjukan perkembangan positif, maka kegiatan ini akan terus dilaksanakan dan dikembangkan lebih luas lagi. “Kalau dalam eveluasi nanti ternyata tidak baik, kita tidak ragu untuk menghentikannya dan kita pikir ulang bagaimana konsep yang lebih baik,” katanya.

Bupati Mursil mengingatkan agar tenaga didik yang terlibat dalam kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan. Guru harus mewajibkan seluruh siswa mengenakan masker dan  menjaga jarak dengan membentuk kelompok belajar yang jumlahnya dibatasi lima siswa.

“Siswa yang tidak ada masker jangan dibolehkan masuk masjid. Ini tugas Dinas Pendidikan untuk menyediakan masker, harus didukung penuh,” jelas mantan Kanwil BPN Aceh. (Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...