Topik

Tahun 2020

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Aceh Tamiang Capai 68 Kasus

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Aceh Tamiang Capai 68 Kasus
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) di Kabupaten Aceh Tamiang sepanjang tahun 2020 mencapai 68 kasus.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang mencatat angka kematian bayi (AKB) sepanjang tahun 2020 sebanyak 61 orang, dari 5025 total jumlah kelahiran bayi yang hidup. Sedangkan AKI sepanjang tahun 2020 hanya 7 kasus.

"Kematian ibu dan bayi merupakan hasil dari interaksi berbagai aspek. Baik aspek klinis, aspek sistem pelayanan kesehatan maupun faktor–faktor nonkesehatan," kata Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr Tsuaibah kepada Wartawan, Rabu (30/12/2020).

Tsuaibah menjelaskan ada beberapa faktor penyebab kematian bayi lahir di Kabupaten itu, diantaranya berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia atau gangguan pernapasan setelah lahir, kelainan bawaan, diare, pneumonia, dan beberapa penyebab lainnya. "Ada 2 faktor yang mendominasi kematian bayi, BBLR dan Asfeksia," jelasnya.

BBLR kata Tsuaibah sebanyak 19 kasus, Asfeksia 17 kasus, kelainan bawaan 10 kasus, diare 3 kasus, pneumonia 2 kasus, dan faktor lainnya 9 kasus.

Faktor penyebab terjadinya BBLR sendiri, yakni kebanyakan ibu hamil ketika mengandung menderita anemia atau kurangnya sel darah merah atau sel darah merah yang tidak berfungsi di dalam tubuh, yang menyebabkan aliran oksigen berkurang ke organ tubuh.

Sedangkan untuk faktor penyebab kematian ibu yakni penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. "Penyebab langsung seperti perdarahan, preeklamsia (eklamsia) dan infeksi ada 6 kasus. Sedangkan penyebab tidak langsung yang disebabkan penyakit bawaan ada 1 kasus," ujarnya.

Tsuaibah menilai, saat ini masyarakat di Aceh Tamiang masih minim pengetahuan dalam hal menjaga asupan makan disaat mengandung, sehingga kasus tersebut masih ditemukan hingga saat ini.

Untuk itu, kata dia, pihaknya terus malakukan upaya sosialisasi serta pemahaman terhadap kaum ibu di kabupaten itu agar dapat memperbaiki kesehatan mereka. "Karena kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak telah menjadi prioritas utama pemerintah saat ini," katanya.

Selain itu, pihaknya mengaku tetap terus meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi dan balita hingga saat ini. "Dan terhadap ibu hamil dan bayi beresiko tetap kami lakukan pemantauan kesehatan dengan cara melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah," sebutnya. []

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...