Topik

Arkeolog USK Perkirakan Nisan di Area Proyek Tol Aceh Peninggalan Abad ke-18

·
Arkeolog USK Perkirakan Nisan di Area Proyek Tol Aceh Peninggalan Abad ke-18
Foto : Istimewa

BANDA ACEH - Arkeolog Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, Husaini Ibrahim, memperkirakan sejumlah nisan yang ditemukan di area proyek pembangunan jalan tol Aceh merupakan peninggalan masa Kerajaan Aceh Darussalam.

Dia menyebut nisan itu peninggalan abad ke-18 akhir atau awal abad ke-19. "Kalau kita lihat modelnya itu lebih ke makam ulama karena saya melihat tidak ada tulisan, tidak ada informasi yang menerangkan itu siapa. Tapi biasa kalau bulat tanpa hiasan itu lebih kepada nisan para ulama," kata Husaini seperti dikutip dari Detikcom.

Batu nisan yang ditemukan itu di antaranya berbentuk bulat. Menurut Husaini, nisan seperti itu berasal dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. "Abad ke-19 itu masuk bagian akhir dari Kerajaan Aceh Darussalam," jelas dosen Sejarah di FKIP USK ini.

Selain itu, ukuran batu nisan yang ditemukan beragam. Husaini menyebut besar-kecilnya batu nisan menggambarkan ketokohan orang yang dimakamkan. "Jadi semakin besar batu nisan semakin besar pengaruh ketokohan. Tapi bisa jadi batu nisan kecil itu keluarganya," sebutnya.

Husaini berharap pemerintah dan pihak terkait menyelamatkan batu nisan tersebut agar tidak rusak. Batu nisan tersebut dinilai menjadi warisan cagar budaya. "Kita berharap supaya batu nisan itu bisa diselamatkan dan pembangunan jalan tol bisa dilakukan tapi tidak merusak warisan sejarah yang amat besar," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah batu nisan yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Aceh ditemukan di proyek pembangunan gerbang tol. Beberapa nisan berbentuk bulat. Batu nisan berbagai ukuran itu ditemukan di lokasi proyek pembangunan gerbang tol di Kajhu, Aceh Besar, Aceh. Sebagian nisan berbentuk bulat dan lokasinya hanya beberapa meter dari jalan raya.

Letak setiap nisan sekitar satu hingga lima meter. Beberapa nisan sudah tidak tertancap di tanah. Nisan-nisan itu diperkirakan peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam. "Penemuan nisan-nisan ini berawal dari anggota kita yang bertugas untuk keliling melihat situs cagar budaya," kata Ketua Komunitas Peubeudoh Sejarah, Adat dan Budaya (Peusaba) Aceh, Mawardi Usman, kepada wartawan, Rabu (10/2). []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...