Topik

Atasi Masalah Sanitasi, Warga Kota Lintang Usulkan Pembangunan IPAL Komunal

·
Atasi Masalah Sanitasi, Warga Kota Lintang Usulkan Pembangunan IPAL Komunal
Pertemuan rembung antara warga Kota Lintang dengan STFL Program Sanimas-IDB Kabupaten Aceh Tamiang. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Untuk mengatasi masalah sanitasi, warga Kota Lintang Kecamatan Kota Kualasimpang mengusulkan pembangunan IPAL Komunal. Usulan tersebut disampaikan warga dalam pertemuan rembung dengan Senior Tim Fasilitator Lapangan (STFL) Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) IDB Kabupaten Aceh Tamiang, baru-baru ini.

"Dengan adanya pembangunan IPAL akan mengurangi dampak dari masih banyaknya sanitasi tidak layak dan tercemarnya lingkungan akibat air limbah domestik," kata warga Kota Lintang, Yanti kepada Wartawan, Rabu (3/10/2018).

Menurutnya selama ini kita tidak menyadari akan bahaya limbah yang selama ini dibuang tanpa pengolahan yang dampaknya sangat fatal bagi kesehatan. "Saya setuju untuk dibangun IPAL di Kampung Kota Lintang Kecamatan Kota Kualasimpang" ujarnya.

Sementara itu, Senior Tim Fasilitator Lapangan (STFL) Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) - IDB Kabupaten Aceh Tamiang, Erwan kepada Kabar Tamiang, mengatakan tidak adanya IPAL di satu kampung sangat berbahaya bagi kesehatan karena air limbah yang berasal WC mengandung bakteri E.Colli yang menyebabkan penyakit perut seperti typhus, diare, kolera dan penyakit lainnya.

"Didaerah padat penduduk tidak heran kita melihat jarak sumur dan septik tank terlalu dekat. Akibatnya limbah WC, kamar mandi dan cucian atau buangan air bisa merembes ke dalam sumur. Bila air sumur tersebut dimasak, bakteri akan mati tetapi bakteri tetap dapat menyebar melalui proses cuci piring, mandi, gosok gigi dan sebagainya," jelasnya.

Erwan menambahkan bila limbah dibuang langsung kebelakang rumah atau saluran depan rumah atau sejenisnya sangat berbahaya dan mengandung bakteri yang akan menyebar lebih luas lagi. Limbah cucian atau limbah industri yang dibuang begitu saja dapat menjadi sarang nyamuk DB, lalat dan lainnya.

"Selama ini itu yang selalu kita terapkan kita tidak pernah peduli dengan membuang limbah sembarangan.  Kedepan dengan adanya IPAL Komunal akan tertampung dan diolah dalam IPAL dan dikeluarannya hanya air. Jadi stop limbah kita yang dibuang ke saluran parit beton depan rumah kita. Saluran itu hanya berfungsi sebagai penampung air hujan, bukan menampung limbah kita" tegasnya.(Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...