Topik

BEM SI Bantah Aksi Mahasiswa Ditunggangi

·
BEM SI Bantah Aksi Mahasiswa Ditunggangi
Foto : Istimewa

JAKARTA - Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Muhammad Nurdiyansyah atau yang biasa disapa Dadan membantah jika ada yang menyebut aksi mahasiswa yang berlangsung beberapa hari kemarin ditunggangi pihak lain. Dadan menyatakan aksi mahasiswa murni tergerak untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

"Jadi ketika memang ada banyak pihak yang mengklaim (ditunggangi) dan lain-lain, saya sangat membantah. Bahwasanya aksi kemarin, pure, yang bisa saya sampaikan, itu terjadi atas dasar keresahan, luapan serta kegelisahan dari mahasiswa yang sudah berkali-kali melaksanakan, menggubris terkait dengan aspirasi tapi tidak pernah ditanggapi. Sehingga wajar dalam konteks di sini adalah mahasiswa sampai benar-benar turun ke jalan atas dasar keresahan," kata Dadan saat dihubungi, Rabu (25/6/2019).

Terkait dengan kericuhan yang terjadi pada malam hari pascaaksi di gedung DPR pada Selasa (24/9) lalu, Dadan mengatakan dirinya sempat kesulitan mengkondisikan massa dan telah menginstruksikan agar mahasiswa mundur sejak pukul 18.00 WIB. Presiden Mahasiswa IPB itu pun menyatakan tidak bisa menjamin kericuhan malam itu dilakukan oleh mahasiswa.

"Untuk yang malam itu ya memang tidak terkondisikan. Di sana juga banyak kawan-kawan yang notabene bukan mahasiswa juga, bercampur baur, ada masyarakat, ada ya banyak golongan pemuda yang tidak memakai almamater itu pun banyak. Kami tidak dapat menjamin bahwa kericuhan malam itu hanya pure mahasiswa saja," ujar Dadan.

"Kesulitan kita teknis itu adalah bagaimana mengkondisikan dan mengkondusifkan massa sebetulnya. Nah, kami kalau dari aliansi BEM Seluruh Indonesia, saya sudah menginstruksikan kepada kawan-kawan Presiden Mahasiswa siapapun yang hadir di lokasi untuk menarik diri bahkan sejak jam 7 malam, dari jam 6 sore pun sudah saya minta untuk menarik mundur massa. Namun ada beberapa kasus ketika pencilan-pencilan mahasiswa yang masih di lapangan, dan itu di luar kendali kami sebetulnya. Tapi kalau dari sikap aliansi BEM Seluruh Indonesia sebetulnya kita sudah menginstruksikan dari atas mobil sound itu untuk mundur, ditarik mundur untuk keselamatan," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Elang, menilai tudingan bahwa aksi mahasiswa ditunggangi adalah narasi yang konyol. Ia justru mempertanyakan dari mana asal para perusuh yang beraksi malam itu.

"Sekelompok mahasiswa UI terjebak di deket Stasiun Palmerah. Itu di situ ada massa yang ricuh dan juga terkepung oleh polisi. Jadi kalau seandainya dibilang mahasiswa, saya juga mempertanyakan sih. Karena nggak mungkin mahasiswa akhirnya mengepung kawannya sendiri untuk, misalnya, nggak bisa pulang. Sampai jam 01.00 WIB saya baru dapat kabar 'Oke, Lang, gue udah dilolosin'. Pun ada sebagian mahasiswa UI yang terjebak di Hotel Mulia. Kita rasa kalau seandainya tindakan kekerasan itu murni dilakukan oleh mahasiswa, saya rasa ya temen-temen kita yang pakai jaket kuning di situ bisa dengan aman keluar," jelas Elang.

Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan dia sudah mendapat laporan dari sejumlah BEM terkait ricuh usai demo mahasiswa di depan Gedung DPR. Para Ketua BEM itu menyatakan perusuh semalam bukan lah mahasiswa.

"Saya baru terima laporan tadi malam, bahwa malam yang membuat kerusuhan itu bukan mahasiswa, jadi para mahasiswa beberapa BEM sudah menyampaikan kepada saya, bahwa itu bukanlah mereka, mereka sudah menarik diri dan kembali ke kampusnya masing-masing," ungkap Bamsoet usai menjenguk mahasiswa korban luka pasca-ricuh demo di RS Pelni, JL Ks Tubun, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun menduga kerusuhan di sejumlah titik di Jakarta yang terjadi malam ini bukan bagian dari aksi mahasiswa. Menurutnya, ada pihak lain yang ikut terlibat dalam kerusuhan. "Kita menyayangkan karena ternyata mahasiswanya sudah nggak ada, akhirnya jadi kerusuhan. Harus menjadi evaluasi bersama," kata Fahri di gedung DPR, Senayan. (**)

Sumber : Detikcom

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...