Topik

BMKG Deteksi Sembilan Titik Panas di Aceh

·
BMKG Deteksi Sembilan Titik Panas di Aceh
Foto : Istimewa

BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar mendeteksi sembilan titik panas kategori sedang di wilayah provinsi paling barat Indonesia itu pada Rabu sore.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad di Aceh Besar mengatakan, hasil pantauan sensor modis dari Satelit Tera, Aqua dan Suomi NPP bahwa terdeteksi sejumlah titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

“Hasil pantauan titik panas pada 10 Maret 2021 sejak pukul 00.00-16.00 WIB bahwa terdapat sembilan titik panas di wilayah Aceh, dengan tingkat kepercayaan sedang," kata Zakaria dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan titik panas dengan kategori sedang itu terpantau dua titik di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, dua titik di Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

Selanjutnya dua titik di Kecamatan Pantebidari, Kabupaten Aceh Timur dan masing-masing satu titik di Kecamatan Birembayeun dan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur, serta satu titik terpantau di Kecamatan Muaratiga Kabupaten Pidie.

Zakaria menjelaskan titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang tersebut artinya belum dapat dipastikan bahwa titik panas tersebut adalah titik api. Kendati demikian, lanjut Zakaria, warga tetap diminta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Warga dilarang membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. “Kalau titik panas yang muncul sudah berwarna merah, tingkat kepercayaannya sudah pada kategori tinggi, itu kita perkirakan titik panas tersebut sudah berupa kebakaran,” katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan bahwa karhutla menjadi bencana paling dominan terjadi di Aceh sepanjang Februari 2021. Total lahan yang terbakar dengan luas 107 hektare di sejumlah daerah. “Karhutla menjadi bencana yang mendominasi yakni sebanyak 37 kali kejadian,” kata Kepala Pelaksana BPBA Ilyas di Banda Aceh.

Menurut data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, sejak Januari hingga 1 Maret 2021 tercatat 46 kali kejadian karhutla di wilayah provinsi berjulukan Tanah Rencong tersebut, dengan luas hutan dan lahan terbakar 130,3 hektare serta kerugian diperkirakan mencapai Rp16,9 miliar. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...