Topik

BNN Aceh Tamiang Ungkap 17 Kasus Narkotika di Tahun 2018

·
BNN Aceh Tamiang Ungkap 17 Kasus Narkotika di Tahun 2018
Kepala BNN Kabupaten Aceh Tamiang AKBP Trisna Sapari Yandi, SE saat melakukan konferensi pers di Kantor BNNK Atam. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Selama tahun 2018, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Aceh Tamiang,  berhasil ungkap 17 kasus tindak pidana narkotika, dari 1 (satu) kasus yang ditargetkan oleh BNN Republik Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala BNN Kabupaten Aceh Tamiang, AKBP Trisna Safari Yandi, SH, saat melakukan Press Release yang berlangsung di Kantor BNNK jalan Mayjen Sutoyo No.3 Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 31 Desember 2018. 

"Dari 17 kasus yang berhasil kita ungkapkan, ada 25 orang tersangka, 14 diantaranya sudah P21 dan 3 kasus masih dalam proses. 17 pengungkapan kasus tersebut  berhasil disita yakni narkotika jenis shabu sebanyak 166,94 gram, ekstasi 77 butir," ungkapnya. 

Selain itu, kata Trisna, BNN Kabupaten Aceh Tamiang juga berperan aktif dalam pengungkapan kasus besar di Manyak Payed bersama BNN RI dan Instansi lainnya dengan jumlah barang sitaan 6 kg sabu dan uang sebanyak Rp 40 Juta.

Dijelaskannya, guna mendeteksi dini penyalah gunaan narkoba, BNN Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan tes urine pada 14 intansi pemerintahan dan swasta dengan jumlah total sebanyak 655 orang dan 61 orang diantaranya dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Untuk itu, lanjutnya, BNN Kabupaten Aceh Tamiang juga melakukan langkah langkah preventif dalam mencegah pengaruh buruk narkoba dan menekan bertambahnya angka laju pemakai narkoba.

Langkahnya melalui program pencegahan yang dilaksanakan melalui advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba pada lingkungan pendidikan yang menghasilkan kebijakan dari pihak sekolah untuk memberlakukan pembelajaran terintegrasi P4GN sebagai upaya penyampaian informasi P4GN kepada siswa secara kontinyu dan pada kelompok masyarakat menghasilkan kebijakan oleh para elemen masyarakat untuk melakukan kegiatan P4GN secara terintegrasi.

“Dengan demikian, melalui media dakwah dan kegiatan positif lainnya dan diseminasi informasi P4GN yang berdampak pada jumlah masyarakat yang terpapar informasi P4GN disamping Pemberdayaan Masyarakat baik yang menggunakan anggaran DIPA maupun Non DIPA,” tuturnya.

Ia menyebut, pada tahun 2018, BNN Kabupaten Aceh Tamiang telah mencanangkan program Kampung  "BERSINAR" sebagai tindak lanjut dari kerjasama yang telah dibangun oleh BNN, Kementrian dalam Negeri dan Kementerian desa PDTT.

“Semua upaya yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Aceh Tamiang  diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Aceh Tamiang demi mewujudkan kabupaten Muda Sedia bersih dari penyalahgunaan narkoba. Karena permasalahan narkoba adalah masalah kita semua dan setiap orang harus bertanggungjawab terhadap masa depan generasi dan anak cucu kita,” paparnya.

Sesuai Inpres Presiden No.6 tahun 2018 tentang rencana aksi Nasional pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan prekursor Narkotika tahun 2018-2019. Trisna menghimbau seluruh komponen Pemerintah dan Masyarakat untuk kerja sama melawan Narkoba, kita mohon dukungan rekan-rekan Media membantu dalam upaya penyuksesan Inpres tersebut. (Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...