Topik

Bupati Mursil Tandatangani MoU Daerah Hijau dengan Yayasan IDH

·
Bupati Mursil Tandatangani MoU Daerah Hijau dengan Yayasan IDH
Penandatanganan MoU kerjasama antara Pemkab Aceh Tamiang dengan Yayasan IDH. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil, SH, M.Kn menandatangani MoU Kerjasama rencana pembangunan Daerah Hijau dan Sejahtera dengan pihak Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Jumat (6/4/2018).

Kegiatan penandatanganan MoU atau kerjasama dilaksanakan di aula Setdakab Aceh Tamiang dan turut dihadiri oleh Bupati Aceh Tamiang H.Mursil, SH, M.Kn, Wakil Bupati Aceh Tamiang T.Insyafuddin, ST, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, Wakapolres Aceh Tamiang, Kompol M.Nuzir, Ketua Yayasan IDH Fitrian Andriansyah, Program Manager IDH, Ruben, Direktur FKL, Rudi Putra, Owner PT.Seumadam, Rusli Rani, Manager PT. Seumadam Rusli, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Aceh Sabri Basyah, Sekda Aceh Tamiang, Ir.Razuardi, para Asisten, Kabag Tata Pemerintahan, Drs.Sepriyanto dan undangan lainnya.

Ketua Yayasan IDH, Fitrian Adriansyah dalam kata sambutannya mengatakan MoU atau kerjasama ini akan dilakukan melalui konsep Produksi Proteksi Inklusi (PPI) yang melibatkan swasta, pemerintah dan masyarakat.

"PPI itu berarti melakukan produksi komoditas yang produktif, ramah lingkungan dan kualitas bagus, serta melakukan proteksi hutan dan sumber daya alam dengan sikap inklusi agar tercipta masyarakat sejahtera dan jujur ," ujarnya.

Dengan adanya kerjasama ini, yayasan IDH dapat membantu masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang dalam hal peningkatan perekonomian, yang pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat.

"Pihaknya berharap MoU ini dapat diwujudkan dengan kerja sama bersama perusahaan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, yang bertujuan memajukan sektor perekonomian demi mendongkrak PAD di Kabupaten Aceh Tamiang ," ujarnya.

Bupati Aceh Tamiang H.Mursil, SH, M.Kn atau yang akrab disapa bang Muthe dalam sambutannya mengatakan dengan adanya MoU atau kerjasama dengan pihak IDH ini, diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang.

"Diharapkan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman bersama ini bisa mendapatkan alternatif dan solusi pemecahan permasalahan terkait kegiatan pelestarian terhadap lingkungan masalah-masalah lainnya," ujarnya.

Bupati menambahkan Kabupaten Aceh Tamiang memiliki potensi yang sangat luar biasa tapi selama ini pemerintah nggak hadir di tengah masyarakat. Misalnya berdasarkan hasil pantauan lapangan dibeberapa tempat, masih ditemukan petani karet dan sawit yang belum mendapatkan pendampingan dari pemerintah.

"Kita berharap melalui kerjasama ini, IDH dan lembaga lainnya dapat memberikan pedampingan ke petani dan memberikan akses permodalan sehingga petani dapat menentukan harga jual sendiri dan pada akhirnya dapat mesejahterakan mereka," ujarnya.

Pemkab Aceh Tamiang sangat mendukung pelaksanaan kerjasama rencana pembangunan daerah hijau dengan rencana aksi, strategi dan sistem perencanaan, melakukan kerjasama dengan sektor swasta, lembaga donor, para peneliti maupun mitra kerja lainnya, yang pada akhirnya dapat membawa masyarakat ke arah yang lebih baik lagi khususnya dalam hal perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat. (Hen).

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...