Topik

Bupati Ngawi: Klaster Temboro Ini Rupanya Luar Biasa

·
Bupati Ngawi: Klaster Temboro Ini Rupanya Luar Biasa
Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto : Ist

NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali melakukan rapid test terhadap 224 santri yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur.

“Klaster Temboro ini rupanya luar biasa sehingga kita perlu betul mencermati, mendetailkan semua santri yang pulang dari Temboro ini,” ujar Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat konferensi pers di Pendopo Kabupaten Ngawi, Senin (4/5/2020).

Sebelumnya, Pemkab Ngawi telah melakukan rapid test terhadap 235 santri dan keluarga yang mendampingi kepulangan dari Temboro. Sedangkan ada tiga santri yang gagal di-rapid test karena sudah terlebih dahulu kembali ke Pondok Temboro.

Dari 235 santri yang di-rapid test, 11 santri hasilnya menunjukkan reaktif, sementara 224 non- reaktif. Dari 11 santri itu, 1 santri kembali ke Magetan tanpa mengikuti pengambilan sample swab. pada 24 April. Pada 25 April, 10 santri mengikuti pengambilan swab kedua. “Ini untuk memastikan saja. Sampai hari ini kita masih menunggu hasilnya,” ucapnya. 

Santri yang hasil rapid test-nya dinyatakan reaktif kemudian melakukan isolasi mandiri secara ketat. Pemerintah daerah membatasi rumah yang digunakan untuk isolasi hanya diisi satu pasien. Adapun klaster Temboro menjadi salah satu klaster terbesar dalam penyebaran virus corona di beberapa daerah di Indonesia.

Bahkan, ada 43 santri asal Malaysia yang sebelumnya baru pulang dari Pesantren Temboro dinyatakan positif Covid-19. Mengutip laman satgas Covid-19 Jatim, http://infocovid19.jatimprov.go.id/ yang diunggah pada Minggu (3/5/2020) pukul 12.52 WIB, kasus positif Covid-19 di Ngawiberjumlah 1 kasus yang kini dirawat di RUSD Moewradi Solo.

Adapun Pasien Dalam Pengawasan PDP berjumlah 21 pasien, dengan 3 orang dalam pengawasan, 16 pasien selesai menjalani pengawasan, dan 2 pasien meninggal dunia. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 280 orang. (**)

Sumber : Kompas

GeBeTan - Ramadhan
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...