Topik

Kunjungi Posko Banjir di Tanjung Seumantoh

BW PWI Aceh Tamiang Serahkan Bantuan Pangan dan Susu

BW PWI Aceh Tamiang Serahkan Bantuan Pangan dan Susu
Pengurus BW-PWI Aceh Tamiang menyerahkan bantuan pangan kepada kadus Kramat dan Babinsa Tanjung Seumantoh. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Balai Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (BW-PWI) Aceh Tamiang menyalurkan bantuan berupan bahan pangan dan susu kepada warga Dusun Keramat, Kampung Tanjung Seumantoh, Karangbaru yang menjadi korban banjir.

Bantuan ini diserahkan langsung Ketua BW PWI Aceh Tamiang, Syawaluddin didampingi Bendahara Dede Horison kepada warga melalui kepala dusun, Irwansyah dan Babinsa Sertu Harahap, Kamis (21/1/2021) malam.

Ketua BW-PWI Aceh Tamiang, Syawaluddin kepada Kabar Tamiang, Jumat (22/1/2021) mengatakan, bantuan yang diserahkan merupakan bahan makanan yang bersifat tanggap darurat berupa telur ayam, biskuit, susu kental manis dan susu cair untuk anak.

“Bantuan ini sifatnya darurat, kami berharap khususnya anak-anak tidak ada yang kelaparan karena mereka harus mengungsi malam hari,” kata Syawaluddin didampinggi sejumlah pengurus BW-PWI Aceh Tamiang dan Ketua Koperasi Pena Karya Nusantara, El Mahdi Angkat.

Syawaluddin menambahkan bantuan ini bentuk kepedulian BW PWI Aceh Tamiang yang secara jelas menyaksikan langsung parahnya dampak banjir. Seluruh biaya yang dikeluarkan diambil dari kas BW PWI Aceh Tamiang. “Banjir kali ini bisa dibilang terparah sejak 2006. Banyak daerah yang selama ini aman daria banjir, tapi kali ini warganya harus ikut mengungsi,” ujarnya.

Dede menambahkan pilihan Dusun Keramat sebagai penerima bantuan disebabkan daerah ini terbilang terlambat diterjang banjir. “Daerah lain sejak kemarin atau pagi tadi sudah terendam. Tapi Dusun Keramat air mulai masuk ke rumah warga sore, dan sampai tadi malam terus naik,” terang Dede.

Hal ini menyebabkan warga Dusun Keramat luput menerima bantuan tanggap darurat, bahkan lokasi yang dijadikan warga mengungsi merupakan halaman rumah orang.

Warga hanya berbekal tenda milik kelompok pengajian yang tidak memenuhi standar untuk menampung pengungsi. “Ketika bantuan disalurkan, banjir di Dusun Keramat belum tinggi. Makanya kami memprioritaskan daerah ini sebagai penerima bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Keramat, Irwansyah menjelaskan ketinggian air di daerah ini sempat mencapai pinggang orang dewasa. Dari total 140 kepala keluarga, sebanyak 25 keluarga diharuskan mengungsi di tenda darurat.

“Tadinya mau pinjam halaman sekolah di depan, tapi kepala sekolahnya sampai malam ini tidak terhubung,” kata Irwansyah. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...