Topik

Ancaman Keamanan HP

Cara Mengetahui HP dan Kartu SIM Dikloning Orang Jahat

·
Cara Mengetahui HP dan Kartu SIM Dikloning Orang Jahat
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Ponsel dan kartu SIM yang dikloning tentu sangat mengkhawatirkan. Apalagi saat ini kita menyimpan banyak informasi pribadi di ponsel berkat layanan dan aplikasi pendukung seperti messaging, mobile banking, hingga e-commerce.

Ada banyak alasan mengapa seseorang sampai mengkloning ponsel orang lain. Mulai dari suami atau istri yang ingin memata-matai pasangannya, sampai orang tidak bertanggung jawab yang ingin mengakses kode two-factor authentication (TFA) yang dikirim lewat SMS.

Lalu bagaimana cara seseorang mengkloning ponsel orang lain? Ada tiga metode utama yaitu kloning AMPS, CDMA dan GSM, tapi metode terakhir merupakan yang paling populer. Kloning GSM mengandalkan cara mengidentifikasi dan menyalin nomor IMEI ponsel. Ini adalah nomor unik yang menjadi pengenal ponsel dan bisa didapat orang lain lewat hacking.

Dalam skema kloning GSM, ada juga kloning kartu SIM. Di sebagian besar kasus, metode ini membutuhkan akses secara langsung kepada kartu SIM untuk bisa disalin menggunakan card reader yang terhubung dengan komputer.

Agar selalu waspada, berikut cara mengetahui jika ponsel dan nomor kalian dikloning oleh orang tidak bertanggung jawab, seperti dikutip detikINET dari Techlicious, Minggu (25/10/2020).

1. Ada pesan yang menyuruh restart ponsel

Ini adalah tanda pertama bahwa ponsel atau SIM akan dibajak orang tak bertanggung jawab. Dengan me-restart ponsel, orang jahat tersebut memiliki kesempatan untuk mencuri detail SIM kalian selagi ponsel tidak hidup.

2. Menerima SMS dari nomor yang tidak dikenal

Dan semua biaya panggilan telepon, internet serta SMS ditanggungkan pada kalian. Tanda lain yang semakin jelas yakni ada jejak telepon dengan nomor internasional yang tidak pernah kalian lakukan.

3. Tidak menerima telepon atau SMS sama sekali

Jika seseorang sudah mengkloning kartu SIM kalian, atau meyakinkan operator untuk memindahkan nomor kalian ke kartu SIM baru, kalian tidak akan bisa menerima telepon atau SMS sama sekali.

Nomor telepon hanya bisa digunakan di satu kartu SIM. Kalian bisa mengecek hal ini dengan meminta teman untuk menelepon atau mengirimkan pesan, dan jika tidak ada yang masuk artinya kartu SIM kalian sudah dikloning.

4. Ponsel berada di lokasi berbeda

Jika sudah menemukan ciri-ciri di atas, kalian bisa memastikan jika ponsel sudah dikloning dengan melacak lokasinya. Jika kalian menggunakan ponsel Android bisa gunakan aplikasi Find my Device. Atau jika menggunakan iPhone, gunakan layanan Find My iPhone.

Jika kalian melihat ada lebih dari satu perangkat di layar dan kalian cuma memiliki satu ponsel, kemungkinan besar perangkat asing tersebut adalah hasil kloning ponsel kalian.

5. Terkunci dari banyak aplikasi

Saat ini banyak aplikasi dan layanan yang menggunakan two-factor authentication (TFA) untuk mengamankan akun penggunanya. Kode TFA biasanya dikirimkan lewat SMS untuk memastikan bahwa yang mencoba login ke akun benar-benar pemilik akun.

Tapi jika ponsel atau kartu SIM kalian sudah dikloning, hacker atau orang tidak bertanggung jawab bisa mendapatkan kode verifikasi tersebut dan menggunakannya untuk mengakses akun kalian. Jika kalian mencoba login kembali, akan mustahil dilakukan karena SMS berisi kode TFA itu hanya bisa diakses oleh hacker.

Walau terdengar mengerikan, ada banyak cara yang bisa kalian lakukan untuk mencegah ponsel dan kartu SIM kalian menjadi korban kloning. Cara termudah adalah dengan selalu mengawasi ponsel kalian dan jangan sampai jatuh ke tangan orang asing.

Kalian juga harus memperlakukan nomor IMEI, ESN, atau MEID ponsel seperti kata sandi lainnya. Jangan pernah mengirimkannya kepada siapa pun atau memberikannya ke situs web apa pun yang tidak bisa dipercayai.

Selalu waspada jika menerima pesan pop-up atau permintaan izin yang muncul. Jika pesan tersebut berisi perintah yang mencurigakan, sebaiknya jangan klik sembarangan. Terakhir, jangan menginstal aplikasi mencurigakan di ponsel. Selalu berinternet dengan aman dan jangan sembarangan mengklik tautan yang mencurigakan. (**)

Sumber : Detikcom

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...