Topik

Catat, Rapid Test Antigen Jadi Syarat Wajib Pelaku Perjalanan Masuk Sumatera Utara

·
Catat, Rapid Test Antigen Jadi Syarat Wajib Pelaku Perjalanan Masuk Sumatera Utara
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

MEDAN - Semua Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) diwajibkan memiliki hasil Rapid Test Antigen negatif jika masuk wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Aturan ini berlaku mulai 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Pemberlakuan aturan tersebut diumumkan melalui Surat Edaran Gubernur Sumut bernomor 360/9625/2020 tentang persyaratan memiliki Rapid Test Antigen bagi PPDN untuk masuk wilayah Sumut.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, tersebut melarang pelaku perjalan masuk ke Sumut tanpa membawa syarat yang ditentukan. Syarat ini diberlakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di masa libur Natal dan Tahun Baru.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah membenarkan telah diterbitkannya surat edaran tersebut. Disebutkan Aris, aturan tersebut berlaku selama 14 hari ke depan untuk seluruh jenis perjalanan.

"Berlaku untuk perjalanan darat, air, dan udara. Yang tidak membawa syarat tersebut dilarang masuk Sumut," kata Aris dilansir Liputan6.com, Senin (21/12/2020).

Antisipasi peningkatan kasus Covid-19 di Sumut saat libur Natal dan Tahun Baru, Gubernur Edy Rahmayadi sebelumnya mengimbau warga menjaga suasana kondusif. Bagi umat nasrani menjalankan ibadah dengan tenang dan khidmat, terapkan protokol kesehatan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Irman Oemar, mewakili Gubernur Sumut yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut. "Satgas juga mengimbau, agar masyarakat tidak melaksanakan acara perayaan penyambutan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan masa," kata Irman, Kamis, 17 Desember 2020.

Dalam Surat Edaran Nomor 700/STPCOVID-19/XII tanggal 16 Desember 2020 yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi, juga mengimbau masyarakat membatasi perjalanan ke luar kota. "Sebisa mungkin berkumpul bersama keluarga di tempat tinggal masing-masing," sebut Irman menjelaskan surat edaran. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...