Topik

Coklit Hari Pertama, KIP Sambangi Kediaman Ketua DPRK Aceh Tamiang

·
Coklit Hari Pertama, KIP Sambangi Kediaman Ketua DPRK Aceh Tamiang
Ketua DPRK Aceh Tamiang didampingi istri menyerahkan dokumen Coklit yang sudah diisi kepada PPDP. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tamiang, mulai hari ini, Selasa (17/4/2018) melakukan Gerakan pencocokan dan penelitian (coklit). Ketua KIP Aceh Tamiang, M.Alhamda, S.Hi bersama empat komisioner KIP lainnya, yakni Ir. Izuddin, Kemalawati, Ishak Ibrahim, dan Adi Sartika serta Ketua Panwaslu Aceh Tamiang, Fery Irawan Nasution, SH, PPK dan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) terjun langsung dalam proses coklit.

Setelah melakukan Coklit di pendopo Bupati Aceh Tamiang dan kediamam Wakil Bupati Aceh Tamiang, KIP Aceh Tamiang melanjutkan coklit, di kediaman pribadi Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH yang terletak di Dusun Saadah Kampung Kota Lintang Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua Pokja Pemuktahiran Data Pemilih Pemilu 2019, Adi Sartika menjelaskan tujuan dari proses coklit ini untuk meningkatkan kualitas data pemilih. "Sebanyak 913 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) kita turunkan untuk melakukan gerakan coklit serentak di Kabupaten Aceh Tamiang  untuk Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2019 ,"ujarnya

Adi Sartika menjekaskan, coklit ini untuk menghapus anggapan bahwa KIP bekerja hanya di hari-hari terakhir jelang Pemilu. Tujuan dari proses coklit ini adalah untuk meningkatkan kualitas data pemilih.

Colklit akan dilaksanakan selama sebulan dan berakhir pada tanggal 17 Mei 2018 mendatang. Melalui Coklit tersebut, partisipasi pemilih diharapkan meningkat.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, berharap proses coklit ini, benar-benar menghasilkan data pemilih yang valid, sehingga seluruh warga di Kabupaten Aceh Tamiang yang mempunyai hak pilih terdaftar dalam pemilu tahun 2019 mendatang.

Data pemilih merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan pemilihan, baik pemilihan umum maupun pemilihan Kepala Daerah. Baik dan buruknya data pemilih akan mempengaruhi baik buruknya kualitas penyelenggaraan dan kualitas hasil pemilu.

"Jika daftar pemilihnya tidak baik, dapat dipastikan proses dan hasil pemilu akan tidak baik, sebaliknya dengan daftar pemilih yang berkualitas, proses dan hasil pemilu akan menjadi lebih baik," ujar Fadlon.

Fadlon berharap pengalaman yang terjadi pada masa lalu, yang mana masih banyak ditemukan warga yang mempunyai hak pilih tapi tidak terdaftar sebagai pemilih, tidak terjadi lagi di pemilu tahun 2019 mendatang. (Hen).

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...