Topik

Dinsos Aceh Latih 25 PMKS Selama Satu Bulan di Ladong

Dinsos Aceh Latih 25 PMKS Selama Satu Bulan di Ladong
25 PMKS diberi pelatihan di bidang menjahit selama satu bulan. Foto : Ist

ACEH BESAR - Dinas Sosial Aceh melatih sebanyak 25 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang terhimpun dari berbagai kabupaten kota di Aceh.

Dalam kegiatan tersebut 25 PMKS itu diberi pelatihan menjahit berbagai jenis pakaian dan kegiatan pelatihan tersebut sudah berlangsung selama satu bulan penuh di aula rumah singgah UPTD Rumoh Sejahtera Beujroh Meukarya (RSBM) Ladong, Aceh Besar.

Salah satu peserta bernama Syifa Maskina Putri dari Aceh Besar mengaku, pelatihan yang dimotori oleh UPTD RSBM Ladong, Aceh Besar sangat bermanfaat bagi generasi muda untuk melatih Kemandirian hidup serta mengurangi angka kemiskinan.

"Terimakasih kepada kepala UPTD RSBM, para Instruktur, kepala Dinas Sosial Aceh, dan juga Pemerintah Aceh yang telah menginisiasi pelatihan serta pemberian modal usaha untuk para peserta," ucap Syifa.

Ketua panitia pelaksana Nurmansyah S,Ag melaporkan, kegiatan pelatihan menjahit itu berakhir hari ini Selasa 24 Agustus 2021, bukan hanya pelatihan semata lanjut Nurman. Para peserta juga dibekali modal usaha agar bisa melanjutkan ilmu yang pernah mereka dapatkan selama pelatihan yang berlangsung selama satu bulan serta ilmu kedisiplinan lainnya.

"Para peserta akan kami berikan bantuan usaha dalam bentuk peralatan kerja, agar saat tiba dikampung halaman bisa memulai usaha dengan baik dengan harapan bisa membantu mendongkrak perekonomian keluarga," sebut Nurman.

Sementara itu kepala Dinas Sosial Aceh Dr Yusrizal dalam sambutannya saat menutup secara resmi kegiatan pelatihan tersebut menitip 'ATM' untuk para peserta agar lebih semangat. "Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM), insya Allah dengan menerapkan konsep tersebut, usaha akan berjalan dengan lancar," pesan Yusrizal, Selasa 24 Agustus 2021.

Disamping itu, para peserta pelatihan, saat tiba dikampung halaman, Yusrizal juga mengingatkan agar peserta tetap bergaul dengan masyarakat guna menambah pertemanan yang akan berimbas kepada daya beli produk yang dihasilkan oleh peserta nantinya.

"Setelah mendapat ilmu yang memadai, modal usaha dalam bentuk peralatan kerja, selanjutnya, anak-anak ku sekalian bisa langsung merintis usaha menjahit. Disinilah butuh teman, saudara agar hasil produk kita bisa ditawarkan terlebih dahulu untuk mereka. Nah, dari merekalah yang kemudian usaha menjadi maju berkat dari silaturahmi yang kita bangun dengan baik dengan para teman dan saudara di kampung halaman," ungkap Yusrizal.

Dalam kesempatan yang sama, Yusrizal juga mengingatkan para peserta agar tidak lupa dengan sang pencipta, Allah SWT. "Semua usaha Ananda ku sekalian, jika tanpa izin Allah tidak akan berjalan dengan sempurna. Mari kita dekatkan diri kepada Allah agar semua rencana kita berjalan dengan lancar," sebutnya.

Untuk diketahui, seluruh peserta yang berasal dari kaum wanita itu akan diberikan Modal Usaha Ekonomi Produktif (UEP) menjahit, yang terdiri dari mesin menjahit, bekal kain, benang dan seluruh peralatan lainnya untuk mendukung usaha para peserta saat tiba dikampung halaman. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...