Topik

Apresiasi Kinerja

DLH Aceh Tamiang Beri Penghargaan untuk ASN dan PDPK Berprestasi

DLH Aceh Tamiang Beri Penghargaan untuk ASN dan PDPK Berprestasi
Kepala DLH Aceh Tamiang, Sayed Mahdi memberikan penghargaan kepada PDPK Berprestasi tahun 2020. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tamiang memberikan penghargaan kepada sejumlah ASN, PDPK dan PDPKT berkinerja terbaik di lingkungan kerja mereka selama tahun 2020.

Selain petugas pertamanan, pegawai kantor, petugas kebersihan, mandor dan ASN yang mendapat penghargaan, rekan-rekan wartawan (Jurnalis) yang mempublikasi program kerja dinas juga diberi penghargaan.

Kepala DLH Aceh Tamiang, Sayed Mahdi kepada Kabar Tamiang, Rabu (23/12/2020) mengatakan, kegiatan pemberian penghargaan dilakukan secara sederhana karena pandemi Covid-19, sekaligus bentuk silaturahmi sesama pegawai dilingkungan DLH dan para wartawan yang selama ini mempublikasikan program kerja dinas.

“Kita juga memberikan penghargaan kepada rekan-rekan media dan kepada bapak/ibu yang telah memasuki masa pensiun (Purnabakti) serta kepada ASN/PDPK/PDPKT terbaik, ASN favorit, petugas terbaik dan foreman terbaik dilingkungan kerja DLHK Aceh Tamiang,” ujar Sayed.

Foto : Hendra.

Buka Posko Pengaduan

Sayed Mahdi dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, pada tahun 2019 pihaknya telah membentuk pos pengaduan lingkugan hidup di 12 kecamatan yang ada di Aceh Tamiang. Agar warga mengetahui adanya pos pengaduan, pihaknya juga memasang plang pengaduan tersebut di kecamatan.

Ternyata keberadaan pos pengaduan lingkugan hidup ini berdampak positif terhadap warga agar mereka tidak sungkan menyampaikan masalah lingkungan, disamping jarak tempuh yang dekat tidak harus ke kota kabupaten utuk menyampaikan pengaduan.

Diawal berdiri pos pengaduan ini tahun 2019, hanya ada enam kasus yang dilaporkan masyarakat kepada pihaknya namun pada tahun 2020 pengaduan tersebut meningkat 250 persen dari tahun sebelumnya menjadi 21 kasus.

“Beberapa kasus yang dilaporkan, diantaranya berkaitan pabrik kelapa sawit ada tiga kasus yang dilaporkan, peternakan ayam ada enam kasus, kilang padi satu kasus dan tambak udang satu kasus,” rinci Kadis DLHK ini. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...