Topik

DPRK Aceh Tamiang Serahkan Bantuan untuk Korban Rumah Hancur Tertimpa Pohon Tumbang

·
DPRK Aceh Tamiang Serahkan Bantuan untuk Korban Rumah Hancur Tertimpa Pohon Tumbang
Pimpinan dan anggota DPRK Aceh Tamiang menyerahkan bantuan kepada Bu Lianti, janda anak tiga yang rumahnya rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang yang terdiri dari pimpinan dan anggota Dewan memberikan bantuan untuk Lianti, warga Kampung Suka Rakyat, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, yang rumahnya rusak berat tertimpa pohon durian akibat angin kencang yang terjadi pada Minggu (1/11) lalu sekira pukul 16.00 Wib.

"Kami turut prihatin dengan musibah yang menimpa keluarga Bu Lianti, walaupun belum bisa membangun rumahnya, diharapkan bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban keluarga," kata Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto didampinggi Fadlon, Muhammad Nur, Fitriadi, Irwan Efendi, Tri Astuti dan Rahmad Syahrial kepada Kabar Tamiang, Senin (09/11/2020).

Suprianto menjelaskan, bantuan yang diberikan DPRK Aceh Tamiang kepada Bu Liant dalam bentuk uang, dimana uang tersebut dapat digunakan untuk membeli material yang dibutuhkan dalam proses pembangunan kembali rumah bu Lianti.

"Bantuan yang diberikan pihaknya jangan dilihat dari nilai yang tidak seberapa itu, tetapi berharap bantuan ini bisa memberikan mamfaat dalam proses pembangunan kembali rumah Bu Lianti yang tertimpa pohon," ujar Suprianto.

Suprianto meminta kepada warga setempat juga berhati-hati sebab kondisi cuaca yang sangat ekstrem akhir-akhir ini seperti angin kencang yang dapat menyebabkan bencana longsor, dan lainnya. "Warga harus waspada jika rumah tinggalnya dekat daerah rawan bencana atau longsor," ujarnya.

Sementara itu, Datok Kampung Suka Rakyat, Joni Sutrisno mengatakan, karena rumah yang rusak tertimpa pohon adalah rumah anak yatim, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat, dengan memanfaatkan bahan bangunan donasi dari sejumlah pihak.

Desain bangunan pun tetap mengikuti bangunan awal, namun yang membedakan persentase dinding semen lebih banyak dan proses pembangunan akan terus dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan.

Namun, dia tidak bisa memperkirakan jadwal selesai karena sangat bergantung dengan stok bahan-bahan bangunan. “Setidaknya untuk seng masih kurang dua kodi dan semen kurang 40 sak semen,” ujarnya.

Diakuinya, hingga kemarin arus bantuan masih terus mengalir, baik dalam bentuk uang tunai maupun material bangunan. Bantuan tersebut berasal Dinsos Aceh Tamiang, Baitul Mal Aceh Tamiang, Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (GEBETAN), PT. Pertamina EP Rantau dan pihak lainnya.

Namun, mengenai rinciannya, dia mengaku tidak tahu karena diterima langsung oleh Lianti. “Kalau ditanya berapa yang terkumpul, termasuk uang, saya tidak tahu. Kami fokus menyumbang tenaga untuk bantu-bantu membangun rumah,” ungkap Joni Sutrisno. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...