Topik

Erdogan ke Saudi: Khashoggi Dibunuh, tapi Mana Mayatnya?

·
Erdogan ke Saudi: Khashoggi Dibunuh, tapi Mana Mayatnya?
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto : Ist

RIYADH - Setelah 24 hari tim agen Arab Saudi membunuh jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajukan pertanyaan ke Riyadh; di mana mayat wartawan itu?

Sisa-sisa dari jasad jurnalis pengkritik rezim Riyadh itu penting diketahui keberadaannya untuk pemeriksaan dan penentuan hukuman yang sesuai bagi monarki kaya minyak, mitra kunci dalam kebijakan Timur Tengah pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Sejauh ini, pemerintah Saudi mengklaim baik Raja Salman maupun Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) tak terlibat bahkan tak tahu tentang operasi penghilangan Khashoggi. MBS dalam pidatonya di forum bisnis di Riyadh beberapa hari lalu menjamin bahwa para pelaku mendapat hukuman di pengadilan.

Pertanyaan Presiden Erdogan untuk pemerintah Saudi yang menuntut keberadaan jasad Khashoggi disampaikan dalam pidatonya hari Jumat. "Ada pernyataan bahwa dia telah dibunuh, tetapi di mana mayatnya?," kata Erdogan. "Anda harus menunjukkannya," katanya lagi, seperti dikutip Washington Post, Sabtu (27/10/2018).

Presiden AS Donald Trump juga telah meminta pembantunya mencari tahu tentang keberadaan jasad Khashoggi. Menurut para pejabat dan diplomat AS, Washington masih "gelap" terkait keberadaan jasad wartawan tersebut.

Para pejabat Saudi mengatakan awal pekan ini bahwa tubuh Khashoggi telah digelindingkan ke karpet dan diberikan kepada "kolaborator lokal".

Namun, pemerintah Turki mengatakan jasad wartawan itu dipotong-potong dalam operasi mengerikan yang melibatkan gergaji tulang dan koper besar. “Menemukan tubuh dalam bentuk apa pun itu dapat memberi kepercayaan pada Turki,” kata Amanda Sloat, seorang akademisi di Brookings Institution yang memiliki keahlian dalam hubungan diplomatik Turki. 

"Jika jasad muncul dengan cara menunjukkan kebocoran, itu memberi kepercayaan pada sifat terencana dari serangan ini dan mencerminkan buruk pada rezim Saudi," ujarnya.

Pada hari Kamis, Direktur CIA Gina Haspel melakukan briefing dengan Trump tentang perjalanannya ke Turki baru-baru ini, di mana dia mendengarkan rekaman audio tentang proses pembunuhan Khashoggi. Tetapi setelah briefing, pejabat AS menegaskan bahwa mereka membutuhkan informasi tambahan sebelum mengambil tindakan hukuman lebih lanjut.

"Kami terus mencari semua fakta yang relevan dalam kasus ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Robert Palladino. “Saat kami mempelajari lebih lanjut, kami akan mengambil tindakan tambahan sebagai surat perintah (pencari) fakta."

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan, sisa-sisa jasad Khashoggi harus ditempatkan dan dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan sesegera mungkin.

Dalam pidatonya, Erdogan mengisyaratkan bahwa Turki memiliki tambahan informasi dan dokumen tentang pembunuhan tersebut. Dia juga mendesak Saudi untuk menyerahkan 18 orang yang telah ditangkap dalam kasus ini jika pihak berwenang Riyadh tidak dapat "membuat mereka berbicara". 

Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa jaksa Turki telah menuntut ekstradisi para tersangka pembunuhan Khashoggi."Serahkan mereka kepada kami," kata Erdogan. “Kejadian itu berlangsung di Istanbul. Kami akan menghakimi mereka."

Wartawan Arab Saudi itu terakhir terlihat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober. Dia mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, seorang perempuan Turki bernama Hatice Cengiz. Di konsulat itulah, dia dibunuh tim algojo Saudi yang berjumlah sekitar 15 orang yang terbang dari Riyadh dengan jet pribadi.

Erdogan dalam pidatonya tidak menyinggung hasil perkembangan investigasi oleh Riyadh. Namun, dia mengkritik pernyataan Saudi sebelumnya yang dia sebut "lucu".

"Pernyataan kekanak-kanakan ini tidak bertepatan dengan keseriusan negara," kata Erdogan.(**)

Sumber : Sindonews.com

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...