Topik

Gebetan Kembali Salurkan Wakaf Qur'an di Kecamatan Manyak Payed

·
Gebetan Kembali Salurkan Wakaf Qur'an di Kecamatan Manyak Payed
Ketua Dewan Pembina Yayasan Gebetan Drs. Sepriyanto didampinggi relawan Gebetan menyerahkan wakaf Qur'an kepada salah satu pimpinan dayah di Kecamatan Manyak Payed. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan) kembali membuktikan komitmennya untuk turut serta memenuhi persedian mushaf Qur'an di Kampung dan dayah-dayah (pesatren) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kali ini, Gebetan menyalurkan wakaf qur'an di dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah Kampung Alue Ie Puteh dan balai pengajian Misbahul Ula Kampung Raja Tuha Kecamatan Manyak Panyed, Selasa (25/12/2018).

Ketua Dewan Pembina Yayasan Gebetan, Drs. Sepriyanto didampinggi relawan Gebetan, Nanie Idrus, Juanda dan Dra. Fauziati kepada Kabar Tamiang, mengatakan penyaluran wakaf quran di dua lokasi di Kecamatan Manyak Panyed sebagai bentuk komitmen relawan Gebetan untuk turut serta memenuhi persediaan mushaf Al-qur'an di desa-desa terpencil dan dayah-dayah atau pesatren di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, hari ini relawan Gebetan melaksanakan amanah dari orang-orang yang beriman, menyalurkan wakaf Al-qur'an di dua dayah kecamatan Manyak Payed yakni 24 mushaf Qur'an untuk dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah Kampung Alue Ie Puteh dan 10 mushaf Qur'an untuk Balai pengajian Misbahul Ula Kampung Raja Tuha," ujar Sepriyanto.

Sebelumnya Gebetan menyalurkan mushaf Qur'an di 13 titik yang tersebar di tujuh kecamatan yakni, Kecamatan Sekerak, Kejuruan Muda, Tenggulun, Tamiang Hulu, Karang Baru, Manyak Panyed dan Kecamatan Bandar Pusaka.

Sepriyanto menjelaskan wakaf Al-qur'an yang disalurkan ini berasal dari sedekah dan sumbangan dari relawan Gebetan dan masyarakat umum. Semoga sedekah dan niat donatur yang telah mengambil bagian dalam berbagi kebaikan ini mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT.

"Program wakaf Al-qur'an yang digagas oleh Gebetan didasari atas kenyataan kebutuhan mushaf Al-qur'an yang cukup banyak, sementara persedian di masyarakat tidak memadai dan terbatas. Misalnya dibeberapa masjid, mushala dan pesatren banyak ditemukan mushaf Al-quran yang tidak layak baca karena sudah kusam, sobek dan lapuk dimakan usia," ujarnya.

Penyaluran wakaf Qur'an di dua dayah ini merupakan lokasi terakhir penyaluran wakaf di Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2018 ini. "Terimakasih kepada para donatur dan semua pihak yang ikut serta dalam program wakaf qur'an ini, semoga amal baiknya menjadi jalan ridho Allah SWT. Mudah-mudahan bisa bersinergi kembali di program-program Gebetan selanjutnya," ujar Sepriyanto. (Hen).

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...