Topik

Gemas, Harapan Menuju BTM 2021

Gemas, Harapan Menuju BTM 2021
Siswa SMPN 1 Karang Baru menggunakan masker. Foto : Aliyandi.

ACEH TAMIANG - Sejumlah siswa-siswi pada Rabu (2/12/2020) sekitar pukul 7.30 WIB, dengan mengunakan masker berseragam uniform sekolah masing-masing sesuai tingkatan SD dan SMP mendatangi sekolahnya.

Kehadiran para siswa-siswi ini ke sekolah guna menghadiri acara Gerakan Masker Sekolah (GEMAS) yang digelar secara serentak dimasing-masing sekolah di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang.

Pelaksanaan GEMAS sebagai wujud dari pidato Mendikbud Nadiem Anwar Makarim yang telah mengizinkan kembali pembelajaran tatap muka dengan protokoler kesehatan sangat ketat dimasa Pandemi Covid 19 yang dituangkan dalam SKB Empat Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Terlihat dari pancaran mata para siswa-siswi SMPN 1 Karang Baru yang hadir terasa kerinduan untuk kembali belajar seperti sebelum wabah Covid 19 melanda yang mengakibatkan terpaksa Lock Down (mengurung diri dirumah) untuk mencegah penyebaran Covid 19.

"Kita berharap Belajar Tatap Muka (BTM) dapat segera terwujud. Mudah-mudahan Pemerintah Daerah memberikan izin" ujar Alyscia Ketua OSIS SMPN 1 Karang Baru mewakili teman-temanya.

Lanjut, Alyscia menilai pembelajaran sistim Daring (Dalam jaringan) dan Luring (Luar jaringan) selama ini tidaklah efektif. Alasannya kemampuan para siswa-siswi tidak dapat terukur oleh para pendidik (guru).

Harapan ini juga disampaikan oleh Arliana seorang wali murid. Menurutnya,  dengan dibukanya kembali sekolah-sekolah melaksanakan proses pembelajaran tatap muka atau BTM, supaya siswa-siswi dapat menyerap materi pembelajaran dan efisiensi waktu yang digunakan terukur terutama bagi pelajar SD dan SMP.

"Sehingga pemanfaatan teknologi HP dapat dikontrol oleh orang tua agar tidak disalahgunakan" ujarnya.
Pada acara GEMAS tersebut, Hj. Nurwakdah, S.Pd Kepala SMPN 1 Karang Baru pembagian masker secara simbolis diberikan 50 % dari siswa-siswi yang ada, karena membatasi pertemuan, hal ini sesuai prokes.

"Satu kelas 15 orang, nanti pada pertemuan berikut diberikan untuk 15 orang lagi, sehingga setiap murid mendapatkan masker. Jumlah kelas di SMP ini sebanyak 22 kelas," tambahnya lagi.

Foto : Aliyandi.

Dalam persiapan untuk BTM pada tahun ajaran 2021. Kepala SMPN 1 Karang Baru ini telah menyiapkan sesuai prosedur Protokoler Kesehatan yang dianjurkan SKB Empat Menteri. "Setiap didepan kelas sudah disiapkan kran air untuk mencuci tangan dengan air yang mengalir, juga penempatan duduk para pelajar agar berjarak serta pembagian masker dan penyiapan thermogun (pengukur suhu badan)" ujar Nurwakdah.

Terlihat jelas suasana kesiapan SMPN 1 Karang Baru dalam menyambut BTM sudah melakukan pengecatan kelas serta menjaga kebersihan sekolah. Juga didukung dengan kesiapan para pendidik (guru) yang telah menyiapkan administrasi pembelajaran maupun metode pembelajaran yang telah diuji pada pelatihan terlebih dahulu sebelum diterapkan kepada para pelajar.

Nurwakdah juga mengingatkan selama diberlakukan BTM nanti, SMPN 1 Karang Baru menutup kantin sekolah, maka dirinya menghimbau para wali murid untuk membekali makanan anaknya masing-masing.

Untuk mendukung BTM, SMP Negeri 1 Karang Baru telah menyiapkan persetujuan yang baru dari para wali murid sesuai permintaan Pemerintah Kabupaten sebagai syarat untuk dapat disetujui oleh Bupati pelaksanaan BTM.

Dikesempatan yang sama, Zulfaizir, S.Pd Wakasek dan Hanita, S.Sn guru yang menjabat wali kelas IX B mengharapkan Pemerintah Daerah dapat memberikan izin Belajar Tatap Muka. "Dikarenakan sulit mengontrol pembelajaran para siswa-siswi selama daring dan luring" keluhnya.

Sementara ditempat terpisah Amin Prasetyo, M.Pd Kasek SMP Muhammadiyah Kota Kualasimpang menyatakan pelaksanaan BTM dengan sistim shift sehingga pada waktu pembelajaran jarak duduk siswa-siswi dapat terjaga.

Begitu juga dengan kesiapan BTM ditingkat SD, salah satu contoh SDN 2 Percontohan Karang Baru usai GEMAS menggelar sistim pembelajaran shift kepada para murid yang hadir dalam mengatur jarak duduk.

Menurut Juliana, S.Pd, pertemuan pada BTM, para murid dengan sistim shift dalam sepekan hanya tiga kali BTM. "Prinsipnya sekolah sudah siap melaksanakan BTM, sesuai protokoler kesehatan" ujarnya tegas.

Pelaksanaan BTM ini juga telah mendapatkan rekomendasi dari Majlis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang yang telah diajukan kepada Bupati beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Bambang Kabiddikdas Disdikbud Aceh Tamiang mengakui saat ini telah menyiapkan seluruh administrasi untuk ditandatangani oleh Bupati sebagai persetujuan dilaksanakannya BTM.

"Terkait pelaksanaan GERMAS, secara simbolis kepada para guru telah dilaksanakan kemarin diaula kantor Bupati oleh Abdullah, S.E Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang" ujar Bambang melalui selulernya. []

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...