Topik

IDI Aceh Minta Masyarakat Waspada Potensi Munculnya Gelombang Kedua COVID-19

·
IDI Aceh Minta Masyarakat Waspada Potensi Munculnya Gelombang Kedua COVID-19
Ketua IDI Aceh, Dr dr Safrizal Rahman MKes SpOT. Foto : Ist

BANDA ACEH - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh memprediksi potensi munculnya gelombang kedua penularan COVID-19. Sebab hingga saat ini belum ada tanda-tanda penularan virus corona di Indonesia menurun.

Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman meminta masyarakat dan semua pihak tidak menganggap pandemi virus corona sudah berakhir sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

Safrizal menyebut, Aceh diberi kesempatan agar bersiap menghadapi gelombang kedua COVID-19. Meski sejauh ini sebaran virus corona di Aceh landai, tidak menutup kemungkinan ancaman gelombang kedua akan tiba.

“Saya merasa hari ini kita diberi kesempatan oleh Allah, kesempatan untuk bersiap-siap. Karena saya yakin apa yang terjadi di daerah lain nantinya akan terjadi di tempat kita. Gelombang kedua akan terjadi juga di tempat kita. Lonjakan yang tinggi akan terjadi di tempat kita,” kata Safrizal dilansir Kumparan, Sabtu (19/12/2020).

Sejak awal Maret hingga Juni, jumlah kasus COVID-19 di Aceh tergolong sedikit. Lalu meningkat pada Juli setelah perayaan Idul Adha. Sementara saat ini, jumlah kasus di Aceh sedang menurun ketika angka di Jawa meningkat.

Safrizal menuturkan, selama ini semua pihak terkait di Aceh sudah bekerja sesuai tupoksinya masing-masing. Begitu juga dengan IDI yang sudah memberikan masukan serta pendidikan kepada masyarakat.

Kendati demikian, perkembangan COVID-19 di lapangan tak semudah teori yang telah disampaikan. Karena itu, Safrizal mengajak semua pihak dan masyarakat saling membantu dan menjaga demi memutuskan mata rantai virus corona di Aceh. “Mari kita sama-sama saling menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. Semua ini dilakukan agar virus corona cepat hilang dari Aceh,” tegasnya.

Sementara mengenai vaksin corona, Safrizal mengapresiasi masyarakat Aceh karena hingga saat ini tidak ada yang menolak. Jika hasil uji pemeriksaan klinis tahap III telah selesai dan MUI mengeluarkan kehalalannya, dirinya siap menjadi orang pertama yang akan divaksin.

“Berkaitan dengan halal tidaknya, kalau pemerintah bisa mengatakan itu halal, dampaknya baik, dampak resiko negatifnya sangat sedikit dan layak dipakai, maka IDI akan di depan untuk melakukan sosialisasi. Insyaallah untuk Aceh, IDI akan di depan. Kalau perlu saya mau di depan pertama divaksin,” pungkas Safrizal. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...