Topik

Ini Makna di Balik Aksi Habib Bahar Cium Merah-Putih Usai Vonis

·
Ini Makna di Balik Aksi Habib Bahar Cium Merah-Putih Usai Vonis
Foto : Istimewa

BANDUNG - Habib Bahar bin Smith mencium bendera Indonesia usai divonis hakim 3 tahun penjara akibat menganiaya 2 remaja. Apa makna dibalik aksi cium Merah-Putih itu?

Aksi cium bendera itu terjadi usai hakim membacakan vonis terhadap Bahar. Majelis hakim yang diketuai Edison Muhammad lantas meminta tanggapan atas vonis kepada tim kuasa hukum Bahar.

Saat itu, tim kuasa hukum mengambil sikap untuk pikir-pikir begitupun dengan jaksa penuntut umum. Atas sikap itu, hakim lantas mengetuk palu menandakan sidang usai. Lalu habib Bahar beranjak dari kursinya dan menyalami tiga orang hakim dari ujung kanan hingga kiri. 

Di ujung meja kiri itu terdapat bendera Merah-Putih yang dipajang. Di saat itu, Bahar lantas mengambil kain bendera dan menciumnya sambil mengucap takbir.  "Allahuakbar," ucap Bahar sambil tangan kanannya mengepal ke atas dan tangan kirinya memegang bendera.

Kuasa hukum Bahar, Azis Anwar, angkat bicara terkait momen tersebut. Menurut dia, hal itu dilakukan secara spontanitas oleh kliennya. "Dia (habib Bahar) spontanitas itu. Nggak ada direncanakan," ucap Azis kepada detikcom, Rabu (10/7/2019).

Ia menuturkan apa yang dilakukan Bahar itu sebagai wujud kecintaannya terhadap NKRI. Menurut Azis, Bahar sangat mencintai Indonesia terlebih masyarakatnya. "Ini bahwa habib Bahar sangat cinta Indonesia dan masyarakat Indonesia. Sehingga diwujudkanlah seperti itu (cium bendera)," tutur Azis.

Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan vonis tiga tahun bui kepada habib Bahar bin Smith. Hakim menyatakan Bahar terbukti menganiaya dua remaja pria. "Mengadili, menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara denda Rp 50 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti kurungan satu bulan," ucap majelis hakim yang diketuai Edison Muhammad.

Vonis hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bogor. Dalam sidang tuntutan sebelumnya, Bahar dituntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.  Selain Bahar, hakim juga memvonis dua murid Bahar yaitu Agil Yahya alias habib Agil dan Basit Iskandar alias habib Basit. Agil divonis 2 tahun penjara lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 4 tahun. Sementara Basit divonis 1,5 tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 3 tahun. (**)

Sumber : Detikcom

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...