Topik

Ismail Sabri Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Malaysia

·
Ismail Sabri Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Malaysia
PM Baru Malaysia, Ismail Sabri. Foto : Ist

JAKARTA - Ismail Sabri Yaakob telah dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia. Seperti diberitakan media Malaysia, The Star, Sabtu (21/9/2021), mantan Wakil PM tersebut diambil sumpah jabatannya di hadapan Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah di Istana Negara pada Sabtu (21/9).

Ismail (61) mengenakan baju Melayu hitam, didampingi istrinya Muhaini Zainal Abidin, yang mengenakan baju kurung tradisional ungu muda. Usai mengucapkan sumpah, Ismail menandatangani akta pengangkatan yang kemudian disahkan oleh Ketua Mahkamah Agung Tun Tengku Maimun Tuan Mat dan Sekretaris Utama Pemerintah Tan Sri Mohd Zuki Ali.

Permaisuri Agong Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah ikut hadir di acara pelantikan yang digelar di Balai Singgahsana Kecil pada pukul 14.30 waktu setempat. Baik Raja maupun Ratu mengenakan pakaian tradisional berwarna pastel.

Turut hadir mantan perdana menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin dan Najib Razak. Di antara para pemimpin politik yang hadir adalah presiden UMNO Dr Ahmad Zahid Hamidi, presiden PAS Abdul Hadi Awang, ketua Gabungan Parti Sarawak (GPS) dan lainnya.

Pengawas Rumah Tangga Kerajaan untuk Istana Negara, Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah menetapkan penunjukan Ismail Sabri sebagai Perdana Menteri kesembilan, menyusul pertemuan khusus keluarga kerajaan pada Jumat (20/8) sore ini.

"Sesuai dengan Pasal 40(2)(a) dan Pasal 43(2)(a) Konstitusi Federal, Yang Mulia telah menetapkan Ismail Sabri sebagai Perdana Menteri kesembilan," kata Fadil dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan media Malaysia, The Star, Jumat (20/8/2021).

"Raja berharap dengan penunjukan Perdana Menteri baru, gejolak politik di negara ini akan diselesaikan dengan cepat," imbuhnya.

Ismai Sabri menjadi PM baru Malaysia menggantikan Muhyiddin Yassin yang mundur dari jabatannya pada Senin (16/08). Muhyiddin mundur setelah mengakui bahwa ia telah kehilangan dukungan dari aliansinya.

Dengan itu ia mengakhiri masa jabatannya yang penuh gejolak selama 17 bulan. Pengunduran diri ini terjadi di tengah lonjakan kasus COVID-19 dan kelesuan ekonomi di negara tersebut. (**)

DETIK
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...