Topik

Istri Nurhadi Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap-Gratifikasi Rp 46 M

·
Istri Nurhadi Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap-Gratifikasi Rp 46 M
Foto : Istimewa

JAKARTA - Istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar. Pemeriksaan Tin hari ini merupakan penjadwalan ulang.

Tin terlihat berada di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). Tin terlihat memakai baju oranye dan kerudung merah muda. Tin juga tampak memakai masker. Ia terlihat didampingi seorang pria yang mengenakan pakaian batik. Tin kemudian menuju ruang pemeriksaan yang berada di lantai 2 gedung KPK.

Tin seharusnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus tersebut pada Senin (15/6). Namun, saat itu Tin tidak bisa hadir ke KPK dengan alasan sakit.

Selain memeriksa Tin, KPK juga memanggil sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar tersebut. Saksi-saksi tersebut antara lain, Andy Kurniawan dan Edward Danny Suhendra selaku GM Sandiego Hills dan seorang notaris bernama Rismalena Kasri.

Kembali soal Tin Zuraida. Ia sebelumnya turut juga diamankan ketika KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, di Simprug, Jaksel, Senin (1/6) malam. Tin diamankan dan diperiksa sebagai saksi. "Juga dibawa ke KPK itu istrinya NHD (Nurhadi). Memang benar kami juga membawa serta selain DPO, yaitu NHD (Nurhadi) dan RHE (Rezky Herbiyono), juga istri dari NHD (Tin Zuraida), statusnya sebagai apa? Statusnya sebagai saksi," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Selasa (2/6).

Saat itu, Ghufron kemudian menjelaskan alasan Tin turut diamankan saat penangkapan Nurhadi dan Rezky. Kata dia, Tin kera mangkir ketika dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Menurut Ghufron, yang dilakukan KPK sesuai dengan ketentuan dalam KUHAP.

"Kenapa dibawa? Sebagaimana ketentuan undang-undang hukum acara pidana, terhadap orang yang dipanggil secara sah dua kali berturut-turut tidak hadir maka panggilan selanjutnya dengan perintah untuk membawa, jadi statusnya membawa ke KPK dalam status sebagai saksi," ujar dia.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Nurhadi bersama Hiendra bersama menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan. Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun, hingga kini Hiendra belum juga tertangkap. (**)

Sumber : Detikcom

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...