Topik

Jembatan di Kaloy Ambruk, Ini Kata Datok Penghulu

Jembatan di Kaloy Ambruk, Ini Kata Datok Penghulu
Datok Penghulu Kampung Kaloy, Rabiansyah. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Ambruknya jembatan yang dibangun dari sumber Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 yang terletak di Dusun Tanjung Mulia Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu disebabkan oleh faktor alam, yang sangat ekstrim dengan curah hujan cukup tinggi yang disertai meluapnya air sungai. 

Hal tersebut disampaikan oleh Datok Penghulu Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, Rabiansyah, kepada Kabar Tamiang di salah satu caffe di Karang Baru.

"Begitu jembatan roboh diterjang air pada tanggal 20 Oktober 2020 lalu, selanjutnya pada 23 Oktober pihak perangkat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kecamatan, dengan tembusan diantaranya, Polsek Tamiang Hulu, Koramil, Bupati, Inspektorat, dan DPMKPPKB Aceh Tamiang," ujar Datok Rabiansyah yang didampinggi Kaur Pemerintah, Irwan Effendi.

Datok Radiansyah menjelaskan, jembatan tersebut dibangun melalui Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2019 sebesar Rp.130 juta. Pekerjaannya selesai pada bulan Mei 2019, dengan kondisi baik dan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. "Dengan dibangunnya jembatan itu aktifitas masyarakat dalam mengangkut material batu, koral dan bertani menjadi lebih mudah,"ujar Rabiansyah.

Namun, jembatan yang sangat didambakan masyarakat ini roboh dikarenakan faktor alam dengan turunnya  curah hujan yang cukup tinggi selama dua hari ditambah lagi dengan meluapnya air sungai yang mengakibatkan jembatan roboh pada oktober 2020," terang Radiansyah.

Menurutnya, masyarakat sangat berharap jembatan tersebut kembali segera dibangun karena dibutuhkan. "ADD tahun 2021 tidak cukup, diharapkan Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait dapat memprioritaskan dengan angaran APBK,"harap Rabiansyah.

Dalam kesempatan tersebut Datok Rabiansyah juga menjelaskan alasan kenapa ada perangkat kampung meminta salah warga untuk menghapus postingan di Berita Aceh Tamiang terkait jembatan ambruk.

"Berhubung pihaknya sudah melaporkan resmi terkait ambruknya jembatan tersebut kepada pihak kecamatan dan Pemkab Aceh Tamiang. Maka, perangkat kampung meminta warga untuk menghapus postingan yang sudah diposting di BAT," jelasnya. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...