Topik

Jika Gagal di Pemilu Dini, Anwar Ibrahim Akan Lepas Ambisi PM Malaysia

·
Jika Gagal di Pemilu Dini, Anwar Ibrahim Akan Lepas Ambisi PM Malaysia
Anwar Ibrahim. Foto : Ist

PUTRAJAYA - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan akan melepas ambisi menjadi perdana menteri jika gagal mewujudkannya pada pemilu dini.

Anwar mengaku, dia telah memikirkan hal ini dengan panjang dan matang. Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu percaya bahwa dia harus membuka jalan bagi generasi yang lebih muda untuk menggantikannya memimpin oposisi “Negeri Jiran”.

Dalam wawancara eksklusif dengan Mingguan Malaysia, Minggu (16/3/2021), Anwar tetap optimistis dapat menggapai kursi yang sudah diidamkannya selama 23 tahun itu.

Suami mantan Wakil PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail itu menepis pendapat pihak-pihak yang menyatakan dia telah gagal. “Saya belum gagal. Ini belum terjadi saja. Saya menerima kenyataan bahwa saya masih calon perdana menteri Pakatan Harapan. Jika Tuhan mengizinkan dan rakyat Malaysia mendukung, saya akan terus menjaga kepentingan rakyat.”

Anwar tidak membantah ada pihak-pihak yang tidak menginginkan dia menjadi orang nomor satu Malaysia. “Saya tahu mereka-mereka itu yang punya miliaran ringgit. Mereka takut terhadap saya.” cetusnya tanpa menyebutkan nama.

Jalan terjal Anwar

Ambisi Anwar untuk menjadi penghuni Seri Perdana (kediaman resmi PM Malaysia) semakin terjal hari demi hari. Salah satu jalan yang sedang ditempuhnya adalah menjatuhkan pemerintahan Perikatan Nasional pimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Anwar sempat mengeklaim mayoritas besar dan meyakinkan untuk menggulingkan Muhyiddin pada September 2020. Namun, sejauh ini klaim politisi berusia 73 tahun itu tidak terbukti. Namun, yang ada, Anwar menjadi bulan-bulanan dan bahan ledekan, termasuk oleh musuh politik bebuyutannya Mahathir Mohamad.

Upaya Anwar untuk membentuk koalisi dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) sejauh ini belum berhasil. Gagasan koalisi baru ini mendapat resistensi tajam dari sejumlah pejabat senior UMNO yang tidak nyaman bekerja sama dengan Partai Aksi Demokratik (DAP), salah satu komponen koalisi Pakatan yang memiliki reputasi sebagai Partai Tionghoa Malaysia.

Petinggi DAP juga dengan terbuka menolak membentuk aliansi politik dengan UMNO, partai yang merupakan lawan politik selama puluhan tahun dan kerap mereka labeli sebagai partai korup.

Tentunya jalan lain adalah memenangi pemilu dini yang diprediksi akan digelar paling cepat September mendatang. Jalan menuju kemenangan tidaklah mudah. Popularitas pemerintahan Muhyiddin sejauh ini masih tinggi dan disukai rakyat Malaysia.

Anwar juga terlihat kewalahan menghadapi konflik internal yang mengguncang partainya. Hanya dalam dua pekan, dia telah kehilangan tiga parlementarian PKR yang memilih membelot ke kubu Muhyiddin.

Konflik internal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai wibawa dan otoritas Anwar. Tidak sedikit yang mulai bertanya apakah mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia itu masih sosok yang tepat untuk menjadi calon PM Pakatan.

Masalah lain yang muncul adalah terpecahnya oposisi Malaysia. Anwar sampai saat ini tidak kunjung berkomunikasi dengan Mahathir Mohamad sejak kudeta politik Hotel Sheraton.

Kubu Anwar masih menyalahkan Mahathir sebagai biang kerok kolapsnya pemerintahan Pakatan Harapan, terutama karena keengganan politisi kawakan berusia 95 tahun itu memenuhi janjinya menyerahkan kekuasaan ke Anwar setelah dua tahun berkuasa.

“Saya tidak ingin ketika saya berusia 95 tahun, saya masih mengejar jabatan PM,” ucap Anwar sambil menyindir ketika mengakhiri wawancara. (**)

Sumber : Kompas.com

GeBeTan - Ramadhan
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...