Topik

Karang Taruna, Temu Karya, Pengurus dan Bukan Pengurus

·
Karang Taruna, Temu Karya, Pengurus dan Bukan Pengurus
Logo Karang Taruna. Foto : Ist

Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan yang bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.

Dalam masa kepengurusan Karang Taruna akan melaksanakan musyawarah yang disebut dengan Temu Karya Daerah (TKD), pada kurun waktu tiga tahun untuk tingkat Desa/Kelurahan dan lima tahun untuk Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 77 / HUK / 2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.

Namun dalam perkembangannya sangat memprihatinkan karena tidak jarang Ketua Karang Taruna tingkat Kabupaten itu tidak berasal dari Pengurus yang aktif, tapi terkadang dari pihak yang memiliki kepentingan tersendiri seperti kepentingan politik, atau titipan pihak eksekutif dan legislatif.

Hal ini mengakibatkan tidak adanya atau hilangnya sistem kaderisasi pada lembaga Kepemudaan yang dilabeli lembaga Plat Merah ini. Dan ini sangat bertentangan dengan Pedoman Dasar Karang Taruna tentang syarat Kepengurusan yakni memiliki pengalaman serta aktif dalam kegiatan Karang Taruna.

Dampak lain yang diakibatkan dari perekrutan ketua bukan dari Pengurus aktif yaitu Karang Taruna akan mudah terseret pada kepentingan politik praktis, ketua tidak akan allout dalam mengurus lembaga dan lembaga terkesan mati suri, aktif ketika ada kegiatan saja.

Olehnya itu agar Karang Taruna ini mampu berdaya guna, maka seyogyanya sistem kepengurusan betul-betul sesuai mekanisme yang telah diatur dalam Pedoman Dasar Karang Taruna.

Karang Taruna Aceh Tamiang

Berdasarkan SK Pengurus Karang Taruna Aceh No.009.A/Kep/XI/2019 tertanggal 18 November 2019, untuk Karang Taruna Kabupaten Aceh Tamiang diterbitkan SK Caretaker. Terbitnya SK Carateker disebabkan masa bakti pengurus Karang Taruna sebelumnya sudah habis dan telah melewati batas toleransi selama 6 bulan.

Kepengurusan Carateker Karang Taruna Aceh Tamiang berlaku selama tiga bulan dan mempunyai tugas utama untuk menyelenggarakan temu Karya Karang Taruna Aceh Tamiang. Setelah melalui proses panjang, pihak carateker memutuskan pelaksanaan temu karya dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2020. 

Dalam perkembangannya, pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Aceh Tamiang yang dilangsungkan di aula Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang berlangsung ricuh.

Akibat ricuh, pihak Karang Taruna Aceh, kemudian mengambil alih sidang ini dan menyatakan proses temu karya distop dan akan diputuskan di Banda Aceh dan pihaknya akan mengambil langkah lanjutan terkait permasalahan Karang Taruna Aceh Tamiang.

Semoga keputusan yang diambil oleh pengurus Karang Taruna Aceh, sesuai aturan yang berlaku dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan serta pelaksanaan temu karya di Kabupaten Muda Sedia dapat di ulang kembali. (Red)

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...