Topik

Kata MTA, Kasus Tamiang Menyedihkan, Kompolwil Perlu Ada di Daerah

·
Kata MTA, Kasus Tamiang Menyedihkan, Kompolwil Perlu Ada di Daerah
Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Polkam, Muhammat MTA. Foto : Ist

BANDA ACEH - Muhammat MTA, Penasihat Khusus Gubernur Bidang Polkam, menyebut kasus Tamiang menyedihkan. Untuk itu, disarankan agar dibentuk Kompolwil di seluruh daerah.

“Sebelumnya, juga ada kasus salah tangkap dan penyiksaan di Aceh Utara. Kini, muncul lagi kasus penangkapan yang berujung meninggalnya tahanan di penjara. Jadi, ini kasus yang berulang, menyedihkan,” sebutnya, Selasa (23/10/2018) malam.

MTA berharap Kompolnas harus benar-benar menjadi barometer dalam mewujudkan reformasi dan perbaikan sistem operasi dan penegakan hukum oleh institusi ketertiban masyarakat ini. “Sudah saatnya Kompolwil di bentuk di seluruh daerah demi kesigapan dan menyukseskan kerja-kerja sesuai tujuan reformasi institusi kepolisian,” tekan MTA.

MTA mengingatkan bahwa negara dan hukum menjamin hak-hak warga negara diperlakukan sama dihadapan hukum, apapun kasus yang menjeratnya. “Keberulangan kasus seperti ini memperlihatkan kepada publik bahwa institusi kepolisian tidak responsif dan taat aturan. Penanganan kasus seperti ini telah mencoreng profesionalisme kepolisian sebagai pelindung rakyat,” tegas MTA.

Disebutkan, sejak dipisahkan kepolisian dari TNI (ABRI) sebagai wujud reformasi di Indonesia, ternyata pihak kepolisian masih terus diselimuti dan dipengaruhi pola-pola penanganan kasus era-konflik.

“Menghindari tindak penyiksaan merupakan keharusan, karena penangkapan yang diikuti oleh penyiksaan merupakan tindak pelanggaran HAM,” katanya.

Secara khusus, MTA menilai bahwa atas tindakan massa yang melakukan pembakaran kantor Polsek di Tamiang ini, pihak kepolisian diminta harus hati-hati dalam menyikapinya.

Harus benar-benar dihindari tindakan operasi terbatas yang berpotensi terjadinya pelanggaran baru yang semakin membuat kondisi semakin memanas. “Atas kasus yang tidak berdiri sendiri ini, tentunya melakukan pendekatan persuasif dan penegakan hukum menjadi sebuah kepatutan dan keharusan demi mewujudkan kedamaian bagi sesama, demi kenyamanan untuk masyarakat,” pungkasnya.(**)

Sumber : Acehtrend.com

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...