Topik

Kemenhub dan Pemkab Atam Gelar Sosialisasi Pembangunan Jalur KA Sungai Liput- Besitang

·
Kemenhub dan Pemkab Atam Gelar Sosialisasi Pembangunan Jalur KA Sungai Liput- Besitang
Koordinator Pengadaan Tanah Wilayah Aceh pada Balai Teknik Pekeretaapian wilayah Sumatera Bagian Utara, Maulizan saat memberi paparan pada acara sosialisasi pembangunan jalur kereta api Sungai Liput-Besitang. Foto : Hendra

ACEH TAMIANG - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Bagian Tata Pemerintahan mengelar sosialisasi pembangunan jalur Kereta Api (KA) antara Sungai Liput -Besitang di aula kantor Camat Kejuruan Muda, Senin (08/10/2010).

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kabag Pemerintahan Setdakab Aceh Tamiang, Drs.Sepriyanto, Forkopimka Kejuruan Muda, kepala SKPK, Datok Penghulu, Sekdes, Perangkat Kampung, perwakilan PTPN 1, perwakilan PT Desa Jaya dan  masyarakat pemilik lahan yang terkena jalur kereta api serta undangan lainnya.

Koordinator Pengadaan Tanah Wilayah Aceh pada Balai Teknik Pekeretaapian wilayah Sumatera Bagian Utara, Maulizan mengatakan pembangunan jalur kereta api ini, merupakan bagian pembangunan kereta api Trans Sumatera Railways sepanjang 74 Km yang melintasi empat kabupaten/kota yakni Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Kabupaten Langkat.

"Untuk tahap awal pembangunannya dilaksanakan antara Sungai Liput -Besitang sepanjang 35 Kilometer meliputi Kampung Sungai Liput, Tanjung Mancang, Simpang Kanan dan Kampung Pangkalan. Ditargetkan pembangunan jalur kereta api ini, selesai Tahun 2020," jelasnya.

Maulizan menjelaskan pembangunan jalur kereta api ini, untuk terwujudnya Trans Sumatera Railways yang menghubungkan jalur kereta api yang sudah ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung. "Tujuannya agar tersedia sarana dan prasarana transportasi darat alternatif diluar jalan raya yang akan menghubungkan Banda Aceh sampai Lampung sebagai mode transportasi darat yang relatin aman, nyaman, cepat, tepat waktu, ekonomis serta menghubungkan jalur kereta api Medan, Binjai, Besitang dan Sungai Liput," ujarnya.

Caption

Panjang jalur yang akan dibebaskan sepanjang 5,8 Kilometer, yang meliputi kampug Pangkalan sebanyak 32 persil, kampung Tanjung Mancang sebanyak 45 persil. Untuk kampung Sungai Liput lahan yang dibebaskan merupakan HGU PT Desa Jaya sedangkan lahan yang dibebaskan di kampung Simpang Kanan merupakan HGU PTPN 1. "Dalam pembangunan jalur kereta api sepanjang 35 Kilometer ini, akan dibangun dua stasiun operasi dan stasiun penumpang di kampung Sungai Liput dan Kampung Karang Jadi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua tim persiapan pengadaan tanah Kabupaten Aceh Tamiang, Ir. Razuardi, MT melalui Sekretaris tim persiapan pengadaan tanah Kabupaten Aceh, Drs. Sepriyanto mengatakan proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalur kereta api Sungai Liput - Besitang, akan dilakukan secara transparan, akuntablilitas dan yang terpenting, pemerintah tidak ingin merugikan masyarakat dalam proses pengadaan tanah ini.

"Dukungan masyarakat pemilik lahan yang terkena jalur kereta api sangat diharapkan, agar proyek srategis ini dapat berjalan sesuai harapan dan tepat waktu," ujar Sepriyanto.(Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...