Topik

Kepala BPKM Ajak Sandiaga Jemput Investasi Wisata Halal dari Arab ke Aceh

·
Kepala BPKM Ajak Sandiaga Jemput Investasi Wisata Halal dari Arab ke Aceh
Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno. Foto : Ist

JAKARTA - Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan Uni Emirat Arab (UEA) berencana untuk berinvestasi di Indonesia untuk membangun pariwisata halal di Aceh.

Dia menjelaskan akan mengajak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke UEA pada November nanti untuk menindak-lanjuti rencana investasi negara tersebut.

"Insyaallah bulan November kami akan ke Uni Emirat Arab kalau jadi, ini rencana dengan rombongan, mungkin Pak Sandi juga akan ikut untuk membahas salah satu diantaranya agenda persoalan wisata halal," katanya dalam konferensi pers virtual, seperti dilansir dari detikcom, Senin (23/8/2021).

Bahlil menjelaskan saat ini pihaknya sedang menyiapkan langkah-langkah terkait permintaan Uni Emirat Arab untuk berinvestasi di Indonesia.

"Menyangkut wisata halal memang betul ada rencana investasi dari Uni Emirat Arab yang membangun kawasan wisata halal di Aceh. Sekarang kita lagi susun langkah-langkah detailnya untuk beberapa insentif dan izin yang mereka minta," tuturnya.

Pada kesempatan sebelumnya Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Uni Emirat Arab akan melakukan investasi pariwisata di Kepulauan Banyak, Kabupaten Singkil, Aceh. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang diteken saat Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazroui datang ke Indonesia awal Maret lalu.

Luhut mengatakan, untuk menunjang investasi tersebut pemerintah akan membangun dukungan infrastruktur yang mumpuni. Beberapa di antaranya adalah pendirian Pelabuhan Singkil dan Bandara Syekh Hamzah Fansyuri.

"Saya yakin ini dapat kasih kontribusi banyak bagi perekonomian Aceh," kata Luhut dalam acara rapat koordinasi pembangunan di Aceh, dikutip dari keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Dia menjelaskan Uni Emirat Arab (UEA) akan menanamkan investasi senilai kurang lebih US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun khusus di Kepulauan Banyak. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...