Topik

Kepala BPMA Paparkan Migas Tamiang, Ini Dia Potensinya 

·
Kepala BPMA Paparkan Migas Tamiang, Ini Dia Potensinya 
Bupati Aceh Tamiang menyerahkan cendera mata kepada Kepala BPMA, Marzuki Daham. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Kepala Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA), Marzuki Daham, memaparkan potensi Migas Aceh Tamiang, seiring keinginan Pemkab Aceh Tamiang ingin mengelola sumur minyak tua di daerah ini melalui BUMD Tamiang di aula Setdakab setempat, Rabu (18/4/2018) kemarin.

Kehadiran Ketua BPMA Aceh ini diminta oleh Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil SH, M.Kn, dengan menghadirkan seluruh Kepala SKPK dan camat di aula Bupati agar mereka mendapat pemahaman tentang Migas.

Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil SH, M.Kn, mengucapkan terimakasi kepada Kepala BPMA Marzuki Daham karena mau membagikan ilmu Migas kepada pejabat di Aceh Tamiang agar memahami tentang Migas.

Menurutnya, beberapa minggu lalu, ada investor datang ke Tamiang ingin mengelola sumur tua Aceh Tamiang bekerjasama dengan BUMD. Mereka menawarkan bagi hasil 10 persen untuk Aceh Tamiang selain sukses fee sebesar Rp 10 miliar ditambah lima persen lagi untuk jatah  Bupati setiap tahunnya.

“Tapi saya dan wakil Bupati tidak ambil keputusan ini karena kurang memahami tentang dunia Migas dan tidak sesuai dengan ajaran islam karena ada sukses fee diluar kontrak resmi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tamiang, T Insyafuddin, ST, langsung menjadi moderator pemaparan dan diskusi Kepala BPMA, Marzuki Daham.

Dalam pemaparannya, Marzuki Daham menjelaskan landasan keberadaan BPMA di Aceh dan saat ini BPMA Aceh sedang mengusulkan regulasi ke Jakarta mengenai wilayah kerja pengelolaan Migas di Aceh agar semuanya dibawah BPMA. “Regulasi ini selesai, setiap  operator yang mengelola Migas di Aceh hanya berurusan dengan BPMA,” ujarnya

Terkait keberadaan Migas di Aceh, selama ini orang berfikir, Aceh tidak mempunyai Migas lagi padahal masih banyak potensi Migas Aceh, hanya saja parameter Migas Aceh standarnya sangat tinggi mencapi 3 miliar kubik. Padahal gas yang sudah diambil  tidak habis sampai nol. “Gas kita masih ada, belum lagi yang tidak dikembangkan oleh operator Migas lama yang ada di Aceh yang disurvey tahuan 70-an,” ujarnya.

Selain memaparkan potensi Migas di di Kabupaten Bireun, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Timur dan Langsa. Marzuki Deham juga merincikan potensi Migas yang ada di Tamiang, salah satu potensi gas yang mencapi 3000 juta kubik. Namun potensi ini belum di garap karena investor yang kita butuhkan untuk menggarap ini yang punya modal besar.

“Ada salah satu operator Migas di Aceh sudah beroperasi delapan tahun dan menghabiskan 160 juta dollar tapi gas belum ketemu, dan mereka masih bekerja, investor seperti ini yang kita butuhkan,” ujarnya.

Untuk Aceh Tamiang potensi ini yang perlu digarap sedangkan sumur tua, barang sudah ada tinggal garap saja. Tentu keinginan kita, lanjutnya dapat menentukan sendiri operator mana saja yang dapat mengelola Migas di Aceh yang didalamnya juga dapat terlibat BUMD. “Saya sudah sampaikan ke Gubenur Aceh terkait BUMD Migas di kabupaten/kota di Aceh dan Gubernur tidak masalah BUMD daerah terlibat,” ujarnya.

Selain itu, Kepala BPMA juga menjelaskan tentang kontrak dibidang migas dan sistim bagi hasil. Usai pemaparan juga diselingi diskusi dan diakhiri dengan pemberian cendera mata dari Bupati Aceh Tamiag kepada Kepala BPMA, Marzuki Daham (Hen).

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...