Topik

KIP Kota Lhokseumawe Gelar Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

KIP Kota Lhokseumawe Gelar Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan
Foto : Istimewa

LHOKSEUMAWE - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dengan para stakeholder dan kepala desa (keuchik) dalam wilayah Kota Lhokseumawe.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (3/6/2021) bertempat di Ruang Pertemuan KIP Kota Lhokseumawe dan dihadiri para kepala desa dari 68 desa dalam wilayah Kota Lhokseumawe, para camat dari empat kecamatan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Lhokseumawe dan Panwaslih Kota Lhokseumawe.

Ketua KIP Kota Lhokseumawe Mohd. Tasar, BA, MA, saat membuka kegiatan rakor mengatakan tujuan dari pelaksaanaan rakor tersebut adalah untuk meminta dukungan dari para kepala desa dalam pelaksanaan pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan.

“Kami punya tanggung jawab untuk senantiasa memutakhirkan dan memelihara data pemilih secara berkelanjutan. Untuk itu, berkoordinasi dengan kepala desa merupakan salah satu cara paling tepat dalam mendapatkan data pemilih saat ini,” kata Mohd. Tasar.

Selain itu, katanya, KIP juga meyakini bahwa data dari desa adalah data yang valid dan bisa dijadikan sebagai sumber data untuk menyusun data pemilih, karena basis data paling dasar memang berasal dari desa.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KIP Kota Lhokseumawe, Zainal Bakri. Foto : Ist

Sementara itu, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KIP Kota Lhokseumawe, Zainal Bakri, S.Sos, M.Kom.I, mengatakan, saat ini pihaknya tidak bisa mendapatkan data pemilih untuk menyusun DPB dari Disdukcapil karena terhalang dengan regulasi yang ada.

“Karena itu kami harus menjemput data pemilih ke sekolah-sekolah, pesantren, data pensiunan TNI/Polri dari polres dan kodim, dan lembaga terkait lainnya. Termasuk juga berkoordinasi dengan para keuchik untuk mendapatkan data pemilih dari desa baik yang sudah berumur 17 tahun, yang sudah menjadi anggota TNI/Polri, warga yang pindah masuk dan pindah keluar serta warga yang sudah meninggal dunia,” katanya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Lhokseumawe, M Rifyalsyah, S.STP,. MAP, mengatakan bahwa jalinan kerja sama dengan KIP Kota Lhokseumawe adalah wujud adanya keinginan bersama untuk menghadirkan data pemilih yang lebih baik.

“Oleh karena itu, mewakili Pemerintahan Kota Lhokseumawe, saya sangat mendukung kerja sama yang dilakukan antara KIP dan pemerintahan gampong (desa) demi menyukseskan pemilihan yang akan datang. Meski kami menyadari bahwa tugas kepala desa sekarang sudah sangat banyak dan berat,” katanya.

Ke depan, Ia juga akan menggagas MoU dengan Disdukcapil supaya jajaran pemerintahan di Kota Lhokseumawe, termasuk kepala desa dapat mengakses data kependudukan di instansi tersebut.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe, T Zulkarnaen, mengatakan, pihaknya terus mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan KIP dalam kaitan tugas-tugasnya sebagai penyelenggara pemilu, termasuk dalam hal pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

"Persoalan data pemilih merupakan hal yang sangat serius dan banyak masalah. Seperti pada pemilu yang lalu, banyak sekali gugatan terkait data pemilih di tingkat pusat. Kami berharap, ke depan dengan adanya dukungan kita semua, termasuk para kepala desa, dapat disusun data pemilih yang benar-benar valid,” katanya. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...