Topik

KMA2H Deklarasi Perang Terhadap Hoax

·
KMA2H Deklarasi Perang Terhadap Hoax
Para Milenial yang tergabung dalam KMA2H melakukan deklarasi anti hoax. Foto : Hendra.

BANDA ACEH - Koalisi Milenial Aceh  Anti Hoax (KMA2H) melakukan deklarasi perang terhadap hoax, sebagai bentuk perlawanan dari anak muda Aceh terhadap informasi hoax yang membuat resah masyarakat khususnya menjelang pelaksanaan Pilpres dan Pileg 17 April 2019, Selasa (19/3/2019) di Hotel Kyriad, Banda Aceh.

Deklarasi anti hoax ini dihadiri oleh Manajer Relawan Master C Portal KMA, Farid Saifuddin Zuhri, Ketua KMA2H Romi Rosandi, perwakilan milenial dari beberapa kabupaten/kota di Aceh, Agus Agandi (fasillator) dan unsur lainnya.

Ketua KMA2H, Romi Rosandi dalam sambutannya menegaskan bahwa informasi hoax itu ibarat Bom Atom yang membuat kerusakan yang luas, serta panjang waktu kerusakannya. Hoax juga seperti tanaman beracun yang dikonsumsi oleh masyarakat luas sehingga menjadi penyakit masyarakat.

”Begitu dahsyatnya dampak dari informasi hoax sehingga kita harus mengantispasi dan tidak menjadi korban informasi hoax tersebut. Jadi mari kita tidak ikut menyebarkan informasi hoax tersebut ke teman dan kerabat kita,” ujarnya.

Romi menambahkan, hoax adalah musuh bersama karena hoax dengan klaimnya dapat menghancurkan suatu negara dan gara-gara hoax dapat membuat masyarakat suatu kelompok mencaci maki masyarakat kelompok lainnya. Untuk melawan informasi hoax itu maka kita harus menyampaikan informasi yang sesuai dengan data dan fakta agar informasi hoax itu tidak termakan oleh masyarakat .

”Pihaknya meyakini bahwa kaum milenial yang menjadi peserta workshop disini bisa menjadi agen-agen yang anti informasi hoax sehingga tidak menjadi bagian dari penyebar informasi hoax tersebut,” ujar Romi.

Sementara itu, Manajer Relawan Master C Portal KMA, Farid Saifuddin Zuhri mengatakan informasi hoax menjelang Pilpres 17 April 2019 semakin gencar disampaikan oleh kelompok-kelompok yang ingin menjadikan Pilpres tidak aman sehingga harus ada upaya untuk memahamkan masyarakat untuk tidak menjadi korban informasi hoax tersebut. Salah satunya adalah workshop Kontra Hoax yang dilaksanakan saat ini .

”Pihaknya berharap setelah workshop kontra hoax ini para peserta bisa menjadi agen untuk menyampaikan ke tengah- tengah masyarakat agar menolak hoax,” katanya.

Farid menceritakan, salah satu informasi hoax yang terjadi yaitu beredarnya video ucapan natal oleh cawapres KH Ma’ruf Amin dengan menggunakan topi sinterklas dan itu tersebar di media sosial. "Bagi masyarakat yang cerdas tentu tidak mempercayai itu, tapi bagi masyarakat tidak paham tentu informasi hoax itu dimakan bulat bulat,” kata Farid. (Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...