Topik

Menganggap Dokumen Adminduk Cuma KTP,  Warga Masih Sering Sepele

·
Menganggap Dokumen Adminduk Cuma KTP,  Warga Masih Sering Sepele
Kepala Disdukcapil Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto saat menyerahkan Ktp Elektronik kepada Datok Penghulu dalam kegiatan Sosialisasi GISA. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Kebanyakan masyarakat masih salah kaprah tentang dokumen kependudukan sehingga dinilai menganggap enteng atau sepele ketika diminta mengurus kelengkapan administrasi ini. 

Selama ini masyarakat hanya mengenal beberapa jenis dokumen kependudukan, seperti KTP, akta lahir dan KIA yang baru saja diterapkan di Indonesia.

"Padahal di Indonesia itu ada 23 jenis dokumen kependudukan. Jadi bukan cuma KTP, akta lahir dan KIA saja," kata Kadis Dukcapil Aceh Tamiang Sepriyanto ketika menyosialisasikan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), Minggu (24/11/2019) kemarin.

Minimnya pemahaman sebagian warga ini secara langsung merugikan warga sendiri. Sepriyanto mencontohkan jenis dokumen kependudukan lain, misalnya akta perceraian.

Warga yang tidak memiliki akta ini dipastikan tidak akan mendapatkan haknya sebagai warga negara. "Anak haknya tidak terlindungi. Misalnya ayahnya meninggal tidak dilaporkan. Kan jadinya status yatim tidak dapat, padahal ada bantuan yatim. Si ibu juga tidak bisa nikah walau sudah cerai. Ini perlu disempurnakan," kata Sepriyanto.

Contoh kasus itu disebutnya hanya kejadian kecil yang terjadi di masyarakat. Melalui GISA, pemerintah ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melengkapi dan memperbaiki data dan dokumen kependudukan.  

Dalam sosialisasi ini, Disdukcapil Aceh Tamiang juga membuka pelayanan membuat KIA dan dokumen kependudukan lainnya. Petugas juga membagikan KTP yang sudah selesai melalui datok penghulu (kepala desa). "Sejauh ini kami sudah mendatangi 66 kampung untuk menjemput perekaman data warga. Ini salah satu langkah menertibkan data kependudukan kita," tukas Sepriyanto.

Tuntaskan Perekaman Data KTP Pelajar SMA

Dalam kesempatan tersebut, Sepriyanto juga menambahkan, saat ini, seluruh pelajar SMA di Aceh Tamiang yang sudah memenuhi syarat memiliki KTP elektronik dipastikan sudah melakukan proses perekaman data setelah Disdukcapil menyisir sekolah.

Kebijakan menjemput bola ke sekolah ini dintensifkan dalam seminggu terakhir dengan mendatangi seluruh SMA. Setelah dilakukan pendataan, petugas kemudian melakukan proses perekaman data terhadap siswa yang sudah menginjak usia 17 tahun.

"Alhamdulillah seluruh siswa SMA sudah melakukan proses perekaman data. Jumlahnya berkisar 400 siswa," kata Sepriyanto.

Dijelaskannya, proses jemput bola ke sekolah ini bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menertibkan dokumen kependudukan. "Sejauh ini masih ada kesan anggap enteng terhadap dokumen kependudukan. Sebelum butuh, biasanya masyarakat menunda pengurusan dokumen," kata Sepriyanto. (Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...