Topik

Menunggak Pembayaran, PDAM Tirta Tamiang Putus Sambungan Ratusan Pelanggan

Menunggak Pembayaran, PDAM Tirta Tamiang Putus Sambungan Ratusan Pelanggan
Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang mengambil tindakan tegas terhadap pelanggan yang telah beberapa bulan belum melaksanakan kewajibannya atau menunggak pembayaran.

Tindakan tegas tersebut berupa pemutusan atau penyegelan sambungan air terhadap pelanggan yang belum melakukan pembayaran melebihi waktu yang telah ditentukan PDAM Tirta Tamiang.

"Sanksi pemutusan ini dilakukan dalam operasi penertiban yang sudah dilancarkan PDAM dalam sebulan terakhir. Sanksi pemutusan sambungan air bersih ini berpotensi terus bertambah, mengingat operasi masih akan dilakukan hingga bulan depan," kata Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail, SE.I kepada Kabar Tamiang, Kamis (25/2/2021).

Ismail menjelaskan pelaksanaan operasi pemutusan sambungan air terus dilakukan sampai bulan Maret. Sejauh ini, katanya, sudah seratusan pelanggan yang kami putus distribusinya.

Ismail mengaku belum bisa menyebutkan, jumlah pasti pelanggan yang sudah dijatuhi sanksi pemutusan sambungan air bersih karena masih terus dilakukan pendataan. “Setiap hari ada saja yang diputus, yang jelas sudah seratusan,” sebutnya.

Sanksi tegas ini sendiri, dijelaskannya, dampak dari tunggakan iuran pelanggan yang mencapai Rp 6,8 miliar. Ismail menyebutkan, tunggakan ini ada yang sudah berusia enam tahun. “Terbanyak yang menunggak itu pelanggan di Kota Kualasimpang mencapai Rp 2,5 miliar, kemudian Karangbaru Rp 1,9 miliar,” bebernya.

Diakuinya, selama ini PDAM Tirta Tamiang belum pernah menjatuhkan sanksi pemutusan jaringan distribusi terhadap pelanggan yang menunggak karena dilandasi faktor kemanusiaan. Sebab, kata dia, mayoritas pelanggan air bersih merupakan masyarakat ekonomi bawah.

Di sisi lain, tunggakan yang terus bertambah ini mulai mengancam keuangan perusahaan. Dia pun mengatakan, dirinya wajib menyelamatkan PDAM Tirta Tamiang dari ancaman kolaps. “Kalau begini terus perusahaan akan kolaps. Harus ada kebijakan untuk menyelamatkan perusahaan ini,” sambungnya.

Saat ini PDAM Tirta Tamiang memiliki 20.600 pelanggan dengan pemasukan Rp 1,2 miliar per bulan. Pendapatan ini masih minus Rp 200 juta karena setiap bulannya harus beban keuangan mencapai Rp 1,4 miliar. “Selain gaji, beban terbesar itu iuran listrik sebesar Rp 400 juta,” tutupnya.

Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail mengungkapkan, sanksi tegas pemutusan sambungan air bersih kepada pelanggan yang menunggak sudah memberi dampak positif bagi keuangan perusahaan.

Dia menyebutkan, sejak operasi ini dilancarkan sejak awal bulan, banyak pelanggan yang yang berinisiatif melunasi tunggakan karena takut sambungan air ke rumahnya diputus. “Dampaknya jelas ada, karena banyak juga yang berinisiatif datang ke kantor untuk melunasi tunggakan,” kata Ismail. []

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...