Topik

MPR Sosialisasikan Empat Pilar Lewat Tarian dan Debus di Aceh

·
MPR Sosialisasikan Empat Pilar Lewat Tarian dan Debus di Aceh
Foto : Istimewa

BANDA ACEH - MPR RI menggelar sosialisasi empat pilar dengan menggunakan tarian dan debus di Banda Aceh. Acara yang digelar Pada Rabu, (10/3) itu digelar di Gedung ITLC Banda Aceh yang menampilkan tarian dan aksi debus sebagai metode penyampaian empat pilar MPR RI.

Anggota MPR Nazaruddin Dek Gam mengatakan budaya di Aceh sangatlah banyak. Tak hanya tari saman, ranup lampuan dan debus saja, tetapi masih banyak seni budaya lainnya.

"Insyaallah tahun yang akan datang saya mau request, untuk mengadakannya sosialisasi di Meulaboh, di makam Teuku Umar pahlawan Aceh. Jadi dari Banda Aceh ke Meulaboh karena banyak peristiwa sejarahnya Aceh di sana, ya mohon Sekretariat MPR dukung acara kita bersama ini," tutur Nazaruddin dalam keterangannya, seperti dilansir dari Detikcom, Jumat (12/3/2021).

Ia juga menambahkan empat pilar MPR RI sudah dipahami oleh siapapun. Namun Nazaruddin selalu menekankan soal NKRI. "Bhinneka Tunggal Ika di Aceh tidak ada masalah, tidak ada konflik, tapi NKRI perlu pemahaman lebih tajam lagi agar kita satu bahasa, satu bendera, satu bangsa," ujar Nazaruddin.

Ia yang juga pemilik klub sepak bola Persiraja Banda Aceh mengatakan empat pilar MPR RI juga bisa disampaikan melalui olahraga. "Apalagi tadi malam sudah diumumkan kita main di mana, ketika para pemain berdiskusi dengan saya Persiraja itu bisa juara atau tidak sih, Insyaallah saya selalu menyampaikan optimis Persiraja harus juara," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR Siti Fauziah menyampaikan rasa bangganya karena MPR dapat beberapa kali melaksanakan pagelaran seni budaya di beberapa provinsi dengan kesenian yang berbeda-beda.

"Tapi kali ini, kita mengadakannya di Kota Banda Aceh yang akan menampilkan Seni Rapa'i Debus dan kesenian khas Aceh seperti tari Ranup Lam Puan serta Senam Kreasi Aceh perpaduan tarian dan lagu tradisional dari daerah Aceh," imbuhnya.

Siti menambahkan acara tersebut adalah cara sosialisasi empat pilar MPR RI melalui pagelaran seni budaya yang juga untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan daerah. Untuk di Aceh, MPR memilih tari Ranup Lam Puan, debus, dan ada beberapa tarian lainnya, yang disaksikan oleh para anggota MPR dan Kepala Dinas Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh.

"Jadi beberapa waktu yang lalu saat sosialisasi melalui pagelaran seni di daerah Bogor, anggota MPR Nazaruddin Dek Gam tetap menampilkan seni tari dari Aceh. Jadi, dimanapun sosialisasi dengan metode pagelaran seni budaya, kesenian Aceh harus tetap ada. Jadi, kita harus berterimakasih pada anggota MPR dari fraksi PAN ini karena beliau sudah ikut serta melestarikan seni dan kebudayaan tradisional Aceh," jelas Siti.

Siti menuturkan dalam seni budaya ada tuntunan dan panutan yang harus dilestarikan di dalamnya. Seperti contoh tari saman yang harus menjaga kekompakan, bila mereka tidak kompak pasti akan menabrak satu sama lainnya.

Itulah mengapa menurut Siti, perlunya adanya persatuan yang jadi bagian salah satu penerapan dari Empat Pilar MPR RI. Karenanya diharapkan setelah menyaksikan pagelaran ini masyarakat yang hadir bisa memahami makna dari Empat Pilar MPR RI, dan mengerti apa itu Lembaga MPR RI

"Karena atas perintah UU pimpinan serta anggota MPR ditugaskan untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Siti juga berharap setelah menyaksikan pagelaran ini, masyarakat Aceh bisa lebih aktif lagi untuk melestarikan kebudayaan tradisional Aceh serta memahami makna dari Empat Pilar MPR RI. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...