Topik

Nelayan Aceh Diimbau Waspada Gelombang Tinggi di Selat Malaka

·
Nelayan Aceh Diimbau Waspada Gelombang Tinggi di Selat Malaka
Foto : Istimewa

BANDA ACEH - Cuaca buruk dan gelombang tinggi melanda perairaan Selat Malaka di kawasan Provinsi Aceh. Ratusan nelayan tradisional yang beraktivitas di kawasan setempat pun diminta waspada. 

Lokasi paling parah terdampak gelombang besar di antaranya terjadi di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Ketinggian gelombang berkisar 2-4 meter.

Tokoh nelayan dan perikanan di Aceh, M Adli Abdullah, mengatakan saat ini di perairan Selat Malaka sedang terjadi musim gelombang tinggi. Nelayan yang beraktivitas di provinsi paling barat Indonesia itu menyebutnya dengan musim angin timur.

Pada musim ini akrab terjadi gelombang besar sehingga aktivitas menjaring ikan terganggu. Apalagi mereka menggunakan perahu kecil dari kayu dan akan sulit mengarungi arus gelombang besar itu.

"Harus mewaspadai kemungkinan buruk, kalau cuaca sedang pancaroba jangan dipaksakan. Karena saat musim seperti ini sering nelayan Aceh terhempas keluar atau terbawa arus hingga ke negara lain, seperti Thailand, Myanmar, dan India," tutur mantan Sekretaris Panglima Laot Aceh itu.

Adapun Panglima Laot, Lhok Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, Usman, mengatakan, akibat cuaca buruk, hasil tangkapan memengaruhi pendapatan para nelayan. Terutama mereka yang menggunakan kapal kayu kecil. 

Untuk berlayar menjaring ikan, nelayan berisiko tinggi diterjang badai di tengah perjalanan. Bahkan sering kali aktivitas mencari ikan dihentikan dan nelayan harus balik arah untuk pulang. 

"Tidak pergi sama sekali, bagaimana kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah anak. Kalau terlalu memaksa juga risiko keselamatan atau kemunginan buruk cukup mengkhawatirkan. Harapannya, insyaallah awal Januari 2021 fenomena gombang besar ini segera berakhir" tambah Usman. (**)

Sumber : Medcom.id

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...