Topik

Nelayan Tuna di Aceh Keluhkan Harga Jual yang Turun Imbas Corona

·
Nelayan Tuna di Aceh Keluhkan Harga Jual yang Turun Imbas Corona
Foto : Istimewa

BANDA ACEH - Murtala baru saja menyandarkan perahu motor di Pelabuhan Ule Cot, Gampong Lambung, Banda Aceh, Sabtu (21/3). Nelayan yang lebih dikenal dengan nama Nek Busoe itu membawa 10 ekor tuna, hasil 9 hari di laut. Tapi harganya tak bagus, terimbas wabah Virus Corona.

Di pelabuhan, Nawan sang agen pengepul sudah menunggunya. Satu per satu tuna Aceh diangkat kemudian ditimbang. Ada yang beratnya 86 kilogram. Namun berat rata-rata antara 50-70 kilogram per ekor.

Ikan-ikan itu nantinya akan dikirim ke Medan, Sumatera Utara. Dari sanalah tuna-tuna itu dikirim ke luar negeri. Sebelum virus corona mewabah, tujuan ekspor tuna dari Aceh umumnya ke Singapura dan Jepang. Di tengah isu Corona, ekspor menjadi terbatas. “Hari ini kami tampung Rp 35 ribu rupiah per kilogram,” kata Nawan. Harga itu sesuai ditetapkan tauke besar di Medan.

Nilai itu lumayan turun drastis. Saat Nek Busoe berangkat melaut, harga jual ikan tuna masih berkisar di angka Rp 48 ribu per kilogram. Karenanya, saat berdiri di sisi timbangan, Nek Busoe tak menunjukkan wajah gembira. “Beginilah nasib kami, kadang tangkapan minim. Ada rezeki sedikit seperti hari ini, harga tidak bagus,” keluh Pawang Boat asal Aceh Utara itu.

Nawan sang agen menjelaskan, baru sekitar seminggu harga ikan tuna tidak stabil alias turun. “Hari ini belum kami terima harga baru, jadi masih kami tampung dengan harga kemarin,” tutup Nawan. (**)

Sumber : Kumparan

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...