Topik

Panjang Jalan Aceh Tamiang Era Mursil

·
Panjang Jalan Aceh Tamiang Era Mursil
Pengaspalan Jalan dalam Kabupaten Aceh Tamiang. Foto : Ist

Oleh: Maoelza Wiranda, SE (ASN BPS Aceh Tamiang/Koordinator Statistik Kecamatan Manyak Payed).

Infrastruktur jalan sangat penting bagi kemajuan perekonomian suatu wilayah. Kamar Dagang Indonesia merilis data bahwa 17 persen biaya perusahaan dikeluarkan untuk logistik. Besarnya biaya logistik dalam negeri membuat barang dari dalam negeri sangat memungkinkan lebih mahal dibandingkan barang import.

Hal ini sering kita rasakan bahwa barang-barang seperti buah-buahan dari Tiongkok lebih murah dibandingkan buah-buahan yang berasal dari dalam negeri.

Besarnya biaya logistik dalam negeri disebabkan buruknya fasilitas jalan yang dimiliki Indonesia. Selain biaya yang mahal, karena infratruktur jalan yang tidak memadai membuat lama perjalanan juga kurang ekonomis karena terlalu lama.

Begitu pentingnya faktor infrastruktur jalan membuat pemerintah era Joko Widodo memfokuskan pembangunan nasional berupa jalan tol. Jalan tol diharapkan bisa mendukung proses ekonomi sehingga bisa lebih efisien dan cepat. Jalan tol diharapkan mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan keuntungan perusahaan.

Lalu bagaimana dengan Kabupaten Aceh Tamiang?

Sebelum Mursil dan Tengku Insyafuddin memimpin Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang memiliki panjang jalan sepanjang 1.016,17 km. Terdiri atas 48,7 km jalan negara, 44,2 km jalan provinsi dan 923,40 km jalan kabupaten.

Kondisi jalan negara dan jalan provinsi merupakan jalan aspal sedangkan jalan kabupaten mayoritas belum diaspal. Hanya sepanjang 188,70 km panjang jalan kabupaten yang baru diaspal sebelum era Mursil dan T Insyafuddin memimpin, sisanya masih berupa tanah, pengerasan dan sebagian kecil beton.

Kepemimpinan Mursil dan Tengku Insyafuddin rupanya cukup fokus dalam perbaikan jalan. Kedua pemimpin baru Kabupaten Aceh Tamiang ini sadar betul pentingnya perbaikan kualitas jalan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa infrastruktur jalan sangat penting bagi perekonomian suatu wilayah.

Pengaspalan jalan sejak kurun waktu 2017-2019 bertambah sangat signifikan. Meskipun secara total panjang jalan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang hanya bertambah sedikit yaitu menjadi 1.060,37 km (bertambah 44,20 km). Namun panjang jalan yang sudah diaspal bertambah menjadi 357,5 km. Artinya dalam kurun 2 tahun Mursil dan T Insyafuddin memimpin, jumlah jalan kabupaten yang sudah diaspal bertambah sekitar 168,8 km.

Penambahan jumlah jalan yang sudah diaspal hampir 90 persen. Dari sudut pandang pembangunan infrastruktur jalan, pemerintahan Mursil dan T Insyafuddin sangat sukses. Hal ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tamiang yang dari tahun ketahun terus mengalami kenaikan.

Pada tahun 2019 perekonomian Kabupaten Aceh Tamiang tumbuh sebesar 4,49 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2017 dan 2018 yang tumbuh sebesar 4 dan 4,3 persen.

Sedangkan pada periode 2014-2016 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tamiang hanya berkisar 2 persen saja. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tamiang memiliki hubungan yang erat dengan pengaspalan jalan.

Semakin banyak jalan di Kabupaten Aceh Tamiang yang di aspal maka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tamiang juga akan semakin cepat. Sejalannya peningkatan infratruktur jalan dan pertumbuhan ekonomi, memberikan informasi kepada kita bahwa pengaspalan jalan di Kabupaten Aceh Tamiang sangat dibutuhkan untuk peningkatan perekonomian.

Pada tahun 2019, jalan dengan status milik kabupaten masih ada sekitar 600 km lagi yang belum dilakukan pengaspalan. Semoga dalam jangka waktu yang tidak lama lagi, seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bisa segera dilakukan pengaspalan. (***)

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...