Topik

Pasien Dirujuk Pakai Kapal Nelayan, Anggota DPRA Soroti Kinerja Bupati

·
Pasien Dirujuk Pakai Kapal Nelayan, Anggota DPRA Soroti Kinerja Bupati
Foto : Istimewa

BANDA ACEH - Seorang perempuan di Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Darmayanti (35), dirujuk ke rumah sakit (RS) di Banda Aceh dengan menggunakan kapal nelayan. Anggota DPR Aceh (DPRA) Sulaiman menyoroti kerja Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.

"Bupati Aceh Besar jangan melihat sebelah mata saudara saya di Pulau Aceh. Mereka juga orang yang telah mengantarkan sebagai orang nomor satu di Aceh Besar," kata Sulaiman dilansir Detikcom, Jumat (12/3/2021).

Untuk mengatasi masalah tersebut, dia meminta Pemprov Aceh turun tangan. Menurutnya, Pemprov Aceh bisa membeli ambulans laut untuk membantu warga yang tinggal di pulau. "Untuk tahun anggaran 2021 dalam momentum perubahan anggaran tahun ini harus diusul pembelian ambulans laut," kata Sulaiman.

Sulaiman menilai ambulans laut sangat diperlukan masyarakat Pulo Aceh untuk membawa pasien rujukan ke Banda Aceh. Dia menilai warga di sana masih luput dari perhatian pemerintah, baik Pemerintah Aceh maupun Pemkab Aceh Besar.

"Saya berharap kepada Pak Gubernur untuk segera dalam tahun ini menganggarkan anggaran untuk pengadaan ambulans laut bagi masyarakat Pulau Aceh. Harganya sekitar Rp 1,8 miliar sampai Rp 2 miliar per unit," jelas politikus Partai Aceh itu.

"Jadi sangat dimungkinkan untuk melakukan pengadaan ambulans tersebut, ke depannya bukan hanya Pulo Aceh yang membutuhkan, setiap pulau yang dihuni oleh masyarakat harus ada ketersediaan ambulans laut," lanjutnya.

Sebelumnya, Darmayanti dibawa ke RS untuk mendapatkan penanganan setelah melahirkan. Dalam video dilihat detikcom, Kamis (11/3), Darmayanti tampak berbaring di perahu dengan tangan terpasang selang infus. Dua bidan duduk di sisi kiri dan kanannya. Untuk menghindari sengatan matahari, mereka membentangkan kain sebagai atap.

Di dalam perahu juga tampak dua orang pria yang duduk paling belakang. Satu di antaranya sibuk menguras air laut yang masuk ke perahu. Potret tersebut terjadi saat pihak Puskesmas Pulo Aceh merujuk Darmayanti ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh.

Kepala Puskesmas Pulo Aceh Misriadi mengatakan perempuan asal Desa Serapong, Pulau Breuh, itu dirujuk ke rumah sakit setelah melahirkan bayinya di bidan puskesmas. Bayinya lahir dalam kondisi sehat namun plasenta ari-arinya tidak lahir. "Kalau ari-arinya tidak lahir, memang harus rujuk karena di puskesmas fasilitas kurang," kata Misriadi saat dimintai konfirmasi. []

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...