Topik

Pengacara Nilai Tuntutan Seumur Hidup untuk Zuraida Hanum Emosional

·
Pengacara Nilai Tuntutan Seumur Hidup untuk Zuraida Hanum Emosional
Foto : Istimewa

MEDAN - Istri sekaligus terdakwa kasus pembunuhan hakim PN Jamaluddin, Zuraida Hanum, dituntut hukuman penjara seumur. Pengacara Zuraida, Onan Purba, menilai tuntutan tersebut emosional.

"Menurut hukum dan menurut jaksa, itu terbukti Pasal 340 KUHP, memang kan ancaman hukumannya pun seumur hidup. Jadi tuntutannya sudah benar menurut hukum, hanya kami sebagai penasehat hukum, tuntutannya itu menurut saya emosional," kata Onan usai persidangan di PN Medan.

Dia menjelaskan, alasan tuntutan itu dianggapnya emosional. Menurutnya, jaksa tidak membahas mengapa kasus pembunuhan ini bisa terjadi. "Kenapa saya sebut emosional, di dalam tuntutannya tidak ada yang baik lagi perlakuan daripada Zuraida. JPU tidak membahas kenapa kasus ini terjadi. Karena seumur hidup, kalau 20 tahun dituntutnya tadi berarti sudah masuklah bahasannya," sebut Onan.

"Ini maksimal seumur hidup, berarti sebab apa si Zuraida melakukan tindakan perbuatan hukum itu sama sekali tidak dipertimbangkan oleh jaksa. Menurut saya tidak begitu seharusnya," sambung Onan.

Selanjutnya, Onan menyoroti jaksa yang menilai tidak ada hal meringankan bagi Zuraida Hanum. Dia menilai hal itu luar biasa. "Kita lihat, kita dengar tadi, hal yang meringankan tidak ada. Luar biasa itu, tidak ada yang meringankan. Memberatkan ada, apa yang memberatkan membunuh suaminya sendiri. Nah, jadi suaminya itu, siapa rupanya itu, apa tidak bapak anak," ujar Onan.

"Seumur hidup itu, kapanlah anaknya ini nanti menikmati kasih sayang ibu sementara bapaknya tidak ada lagi," sambungnya.

Sebelumnya, Zuraida dituntut hukuman penjara seumur dalam kasus dugaan pembunuhan hakim Jamaluddin. Jaksa penuntut umum (JPU) menilai Zuraida terbukti bersalah menjadi otak pelaku pembunuhan hakim Jamaluddin. "Meminta agar majelis hakim menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama seumur hidup," tutur Jaksa di PN Medan.

Jaksa menyebut hal yang memberatkan terdakwa adalah pembunuhan direncanakan dengan matang kepada suaminya sendiri. Sementara itu, jaksa menyebut tidak ada hal yang meringankan terdakwa.

Zuraida dinilai bersalah melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1,2 KUHP. Jaksa menilai Zuraida terbukti bersalah melakukan pembunuhan bersama Jefri Pratama dan Reza Fahlevi yang juga merupakan dua terdakwa lain dalam kasus ini. (**)

Sumber : Detikcom

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...