Topik

Pengidap HIV/AIDS di Aceh Tamiang Menurun, Tahun 2020 Hanya 7 Kasus

·
Pengidap HIV/AIDS di Aceh Tamiang Menurun, Tahun 2020 Hanya 7 Kasus
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Sesuai data yang diinput Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tamiang menyebutkan sepanjang tahun 2019 hingga November 2020 telah ditemukan 27 kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquiret Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pengelola program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Rona Hidayanti mengatakan, terjadi jumlah penurunan kasus pada tahun 2020 yang hanya 7 kasus. "Sementara di tahun 2019 lalu, tercatat sebanyak 20 kasus," kata Rona kepada Wartawan, Selasa (3/11/2020).

Selain itu, kata dia, seiring dengan penurunan jumlah kasus HIV/AIDS tahun ini, secara otomatis terjadi juga penurunan jumlah kematian yang terjadi. "Tahun ini, angka kematian hanya 3 kasus. Itu pun dari kasus-kasus lama. Sementara, kasus kematian di tahun lalu sebanyak 6 orang," katanya.

Rona menjelaskan, kasus HIV yang terjadi di Aceh Tamiang didominasi kaum perempuan. Dan kebanyakan hampir dari mereka semua mengaku dulunya merantau ke luar Aceh, ketika di perantauan, mereka bekerja sebagai Wanita Pekerja Seks (WPS).

"Ada juga dari kaum laki-laki. Namun kasusnya berbeda, kebanyakan para lelaki sebagai pengguna jasa WPS," katanya.

Bahkan, kata dia, ada juga kasus yang ditemukan yang terjangkit akibat penyimpangan seks atau penyuka sesama jenis. "Namun hanya beberapa saja," katanya.

Rona mengaku, pihaknya hingga kini terus melakukan monitoring terhadap penderita dan pemberian obat. Selain itu pihaknya juga rutin memberikan konseling terhadap mereka. Sebab, menurutnya, penderita HIV sendiri sangat butuh bantuan orang lain untuk menguatkan semangat mereka.

Ada juga dari kaum laki-laki. Namun kasusnya berbeda, kebanyakan para lelaki sebagai pengguna jasa WPS."Jangankan teman, keluarga mereka sendiri bahkan tidak mengetahui jika mereka itu terinfeksi HIV," katanya.

Untuk diketahui, penyakit HIV merupakan virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jadi, semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh manusia itu akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.  "Sel CD4 sendiri adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel itu adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh manusia," katanya.

Selanjutnya, kata Rona, Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. AIDS sendiri adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. "Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya," ujarnya.

Rona menambahkan, HIV dan AIDS sendiri sampai saat ini belum ada obatnya. Akan tetapi, ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut, dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita. "Dan pihak provinsi Aceh sendiri setiap bulannya ada mengirimkan obat itu ke pihak kami untuk selanjutnya diberikan kepada si penderita," katanya.

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...