Topik

Penusuk Ustaz Saat Ceramah Maulid Nabi di Aceh Tenggara Dihukum 5 Tahun Bui

·
Penusuk Ustaz Saat Ceramah Maulid Nabi di Aceh Tenggara Dihukum 5 Tahun Bui
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

KUATCANE - Penusuk Dedi Asfianto alias Ustaz Zaid saat sedang menyampaikan ceramah di Aceh Tenggara dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad divonis 5 tahun penjara.

Terdakwa MHD Azuwir dinyatakan bersalah melakukan percobaan pembunuhan. Dikutip detikcom dari situs resmi Pengadilan Negeri Kutacane, Kamis (15/4/2021), putusan terhadap Azuwir diketuk majelis hakim, Rabu (14/4) kemarin. Azuwir didakwa bersalah melanggar Pasal 338 KUHPidana.

Persidangan dipimpin majelis yang diketuai M Arief Kurniawan dan hakim anggota Rahmanto Attahyat dan Imam Ahmad. Majelis menyatakan Azuwir terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan melakukan pembunuhan sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa selama 5 tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," ketuk hakim.

Insiden penusukan Ustaz Zaid terjadi di Desa Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, Kamis (29/10/2020) lalu. Terdakwa Azuwir, yang merupakan pecatan polisi, menyelinap hingga ada di belakang mimbar tempat Ustaz Zaid berceramah.

Sambil memegang pisau, Azuwir lalu mendekat dan memegang Zaid. Pisau belati yang dibawanya dipakai untuk mencoba membacok leher Zaid.

Zaid menepis serangan Azuwir. Namun, akibat kejadian itu, Zaid mengalami luka gores di leher dan luka sayat di jari kelingking sebelah kiri. Zaid sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit (RS) di Aceh Tenggara.

Sambil memegang pisau, Azuwir lalu mendekat dan memegang Zaid. Pisau belati yang dibawanya dipakai untuk mencoba membacok leher Zaid.
Zaid menepis serangan Azuwir.

Namun, akibat kejadian itu, Zaid mengalami luka gores di leher dan luka sayat di jari kelingking sebelah kiri. Zaid sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit (RS) di Aceh Tenggara.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara AKP Suparwanto mengatakan Azuwir diduga melakukan aksinya karena tersinggung dengan isi ceramah yang disampaikan Ustaz Zaid. Dalam ceramah tersebut Ustaz Zaid menyinggung jumlah sumbangan yang diberikan untuk acara pemamanan dan maulid.

"Beliau mengatakan kalau pemamanan mau kasih Rp 20 ribu, tapi kalau maulid Rp 5.000. Kemungkinan tersangka tersinggung dengan ucapan pak ustad tersebut, dan saat diperiksa tersangka tidak mau kooperatif mengenai motifnya," kata Suparwanto, Senin (9/11/2020). []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...