Topik

Peracunan Ikan Marak di Wilayah Hulu Aceh Tamiang, Pemkab akan Turunkan Tim

Peracunan Ikan Marak di Wilayah Hulu Aceh Tamiang, Pemkab akan Turunkan Tim
Kepala DLH Aceh Tamiang, Sayed Mahdi. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang akan mengerahkan tim untuk menyikapi informasi maraknya penangkapan ikan dengan cara diracun di sejumlah titik sungai.

Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, aksi peracunan ikan ini diakuinya kerap terjadi di musim kemarau. Setidaknya ada tiga daerah yang menjadi langganan aksi ini, yakni di wilayah hulu Tamiang yakni kecamatan Bandar Pusaka, Tamiang Hulu dan kecamatan Tenggulun.

Tim yang akan diturunkan pekan depan ini lebih bersifat mencegah dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan dari racun. Padahal selama ini pihaknya kerap memberdayakan dua petugas untuk menyosialisasikan larangan meracun ikan. 

“Walaupun menggunakan bahan kimia dan organik, tetap merusak ekosistem air,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang, Sayed Mahdi kepada Wartawan, Minggu (28/2/2021).

Dia menjelaskan bahan dari kimia tidak hanya membuat ikan mati, tapi juga bahaya bagi warga yang memanfaatkan air sungai untuk kehidupan sehari-hari. “Kalau organik mungkin tidak berbahaya bagi manusia, tapi tetap saja membuat ikan mati, ini juga merusak ekosistem air,” ungkapnya.

Namun upaya itu diakuinya belum maksimal dan butuh gebrakan yang lebih kuat. “Tim yang akan kita turunkan ini tujuannya untuk membantu dua petugas yang sebelumnya sudah aktif melakukan sosialisasi. Kita berharap masyarakat memahami betap pentingnya menjaga ekosistem air,” bebernya.

Sayed mengungkapkan sejauh ini DLH belum memiliki regulasi tentang sanksi terhadap pelaku penangkap ikan menggunakan racun. Tapi sejak tahun lalu, pihaknya sudah pernah menanganai kasus ini dan meminta pelaku bertanggung jawab dengan membeli lima kilogram bibit ikan untuk disebar ke sungai. “Kalau pidananya ada, kan sayang juga masyarakat kecil harus berurusan dengan hukum. []

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...