Topik

Perkuat Kerukunan Agama, Kemenag Gelar Dialog Antar Provinsi

·
Perkuat Kerukunan Agama, Kemenag Gelar Dialog Antar Provinsi
Dialog lintas agama antar provinsi yang digelar oleh Kemenag Aceh. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang menggelar Dialog Lintas Agama antar tokoh Provinsi Aceh dan Sumatera Utara yang berlangsung di Tamiang Coffee, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (15/10/2019) kemarin.

Kegiatan yang digelar secara non formal sambil menikmati kopi tersebut menghadirkan narasumber Kakanwil Kemenag Aceh Drs H M Daud Pakeh, Sekda Aceh Tamiang Basyaruddin SH, Kabid Penais H Abdul Manan MA, Ketua FKUB Aceh Nasir Zalba MSi, Ketua FKUB Sumut Dr H. Maratua Simanjuntak.

Sekda Aceh Tamiang, Basyaruddin, SH dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Aceh Tamiang, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara, terbilang kondusif dari konflik agama. Di daerah ini juga langka terjadi gesekan antar suku apalagi yang menjurus ke intoleran beragama seperti di daerah perbatasan Aceh lainnya. “Sejauh ini Aceh Tamiang aman-aman saja ya. Meskipun berbatasan langsung dengan provinsi tetangga Sumatera Utara, tidak pernah ada gejolak konflik agama apapun, semua baik saja,” kata Sekda Basyaruddin.

Jika pun ada perselisihan dalam konteks agama, jelas Basyaruddin, hal itu cepat diredam dilakukan upaya penyelesaian dari tingkat desa hingga kabupaten. Biasanya terjadi gesekan selalu diakhir tahun, pertama di malam Natal dan Tahun Baru. “Namun kita masih bisa menjaga suasana damai di daerah kita. Semoga dialog ini bisa menghasilkan rekomendasi dan pemahaman kepada masyarakat muslim dan non muslim yang sudah hidup rukun berdampingan di Aceh Tamiang,” harapnya.

Hal serupa juga ditegaskan Kasdim 0117/Atam Mayor Inf A Yani, Ketua MPU, Ilyas Mustawa dan Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Tamiang, Rudiyanto. Ketiganya menyatakan, untuk konflik agama sampai merenggut korban jiwa seperti yang pernah terjadi di Aceh Singkil sama sekali tidak ada di Aceh Tamiang. Kondisi Atam sangat kondusit. Memang mendekati akhir tahun diakui ada kelompok umat non muslim mengadakan ibadah di Kampung Bukit Rata Kecamatan Kejuruan Muda, namun menjadi pantauan aparat TNI dan Polri demi menjaga dan melindungi warga bangsa.

“Kesbangpol juga setiap tahun melakukan dialog lintas agama untuk meredam kegiatan yang menjurus ke radikal diluar. Bila ada gejolak kita redam agar tidak menjadi konflik berkepanjangan,” tegas Rudiyanto.

Dipaparkan, Aceh Tamiang merupakan kabupaten yang tidak ada bangunan Gereja. Meski di wilayah Kebun Tengah, Kejuruan Muda pernah dibahas untuk pembangunan Gereja, namun gagal, karena masih terbentur aturan. “Aturan dan syarat membagun rumah ibadah untuk provinsi Aceh bersifat khusus. Setelah melalui aturan Kementerian Agama, juga ada Pergub-nya,” kata Rudi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Daud Pakeh mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk silaturrahmi tokoh lintas agama di perbatasan dan dibingkai pelaksanaannya di tempat terbuka supaya dapat disaksikan langsung oleh masyarakat dan tujuannya untuk masyarakat kita di kawasan ini. "Dialog ini sebagai tindak lanjut MoU Kanwil Kemenag Aceh dengan Kanwil Kemenag Sumut beberapa waktu lalu, kenapa mesti di warung kopi?, karena lewat secangkir kopi akan melahirkan sejuta inspirasi untuk umat," ujar Daud Pakeh.

Foto : Hendra.

Daud Pakeh juga mengatakan dialog tersebut penting dilakukan untuk merawat dan mempertahankan kerukunan umat beragama di perbatasan. "Aceh Tamiang dan Langkat Sumut kan berbatasan langsung, bisa jadi orang sumut ngopi di Aceh, orang aceh beli rokoknya di langkat, karena berbatasan langsung, seperti itulah hubungannya yang terjadi, mudahan terus dapat dilestarikan," ungkap Daud Pakeh

Ia juga menjelaskan pertemuan antar tokoh lintas agama sebagai bentuk preventif terhadap keretakan keagamaan. "Kita upayakan tindakan untuk sedini mungkin mencegah terjadinya berbagai gesekan lintas agama, ke depan kita berharap generasi muda millenial juga dapat kita pertemukan seperti ini, jangan sampai seperti pemadam kebakaran, setelah terbakar baru datang, namun penting upaya preventif," jelasnya.

Daud menegaskan hanya satu bahasa untuk untuk kerukunan umat beragama, "Indonesia begitu luasnya dari Sabang hingga Maurake dengan beragam budaya dan agama, mari bersama sama menjaga dan merawat kerukunan umat beragama untuk NKRI tetap jaya," ucap Daud Pakeh. (Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...