Topik

Pertamina EP Ikut Serta Padamkan Api di Lokasi Kebakaran Sumur Minyak Aceh Timur

·
Pertamina EP Ikut Serta Padamkan Api di Lokasi Kebakaran Sumur Minyak Aceh Timur
Lokasi kebaran sumur minyak di Aceh Timur yang berhasil dipadamkan tim Pertamina EP dan tim yang tergabung dalam Posko Bersama. Foto : Ist

ACEH TIMUR - Pertamina Aset 1 EP Field Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai anak perusahaan PT Pertamina EP sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama dibawah SKK MIGAS, ikut serta membantu memadamkan api akibat ledakan sumur minyak yang dieksploitasi masyarakat di Desa Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu dini hari.

Setelah bergabung dengan Posko Bersama yang terdiri dari Pemda, Polisi, TNI, BPBD, dan instansi terkait, tim dari Pertamina EP turut serta membantu dan memonitor kondisi di lokasi dan membentuk Pusat Komando dan Pengedalian (Puskodal) serta menurunkan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) untuk dapat membantu proses penanganan dan memonitor perkembangan insiden kebakaran tersebut.

"Tim khusus Pertamina EP yang terdiri 25 personil, dengan dua unit mobil pemadam kebarakan canggih dan ambulance diterjunkan ke lokasi kejadian. Fokus utama adalah untuk melakukan pemadaman kebakaran di lokasi kejadian, evakuasi dan pertolongan pada korban," kata Public Relation PT Pertamina EP, Roberth Marchelino Verieza melalui Siaran Pres yang diterima Kabar Tamiang, Kamis (26/4/2018).

Menurutnya, sesampai di lokasi, tim langsung membuat tanggul dan kolam untuk menampung cairan dan siaga untuk terus memonitor perkembangan dengan jarak radius zona aman 110 meter dari titik sumur. Selanjutnya tim melakukan survey kandungan fluida (gas, minyak, dan air) pada sumur di sekitar lokasi untuk memeriksa komponen yang terkandung didalamnya.

"Beberapa peralatan standard operasi untuk mematikan semburan pun telah disiapkan, tentunya dengan mengutamakan keselamatan kerja bagi tim yang melakukan penanggulangan langsung ke lokasi ," ujarnya.

Lebih lanjut, Roberth Marchelino Verieza menjelaskan bahwa kegiatan illegal drilling di Desa Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, merupakan kegiatan pemboran minyak dan gas yang dilakukan tanpa memperhatikan prosedur pemboran migas yang baik dan benar serta tanpa memperhatikan aspek-aspek keselamatan.

"Sepanjang tahun 2017, Pertamina EP telah berulang kali melakukan sosialisasi bahaya kegiatan illegal drilling dan penutupan-penutupan sumur-sumur minyak illegal di wilayah kerjanya. Terjadinya kegiatan illegal drilling tidak hanya di Aceh Timur, namun juga terdapat di beberapa lokasi antara lain di Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya.

PT Pertamina EP secara intensif terus berkoordinasi dengan pihak ESDM, Pemda serta jajaran Kementerian dari Pusat untuk membahas investigasi dan kelanjutan penanggulangan insiden iyang terjadi di Aceh Timur.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak seperti Pemda, BPBD, BPMA, Polri, TNI, ESDM dan SKK MIGAS dalam penanganan insiden kebakaran ini, dan diharapkan kita semua dapat mengambil pelajaran terkait bahaya dan risiko kegiatan illegal drilling ”, ungkap Roberth.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak mendekat dan tidak melakukan aktivitas berbahaya seperti menyalakan api di dalam radius zona aman yaitu sekitar 110 meter dan pihaknya juga mengucapkan turut berduka cita dan prihatin atas musibah yang terjadi bagi para korban dan masyarakat sekitar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,
Insiden kebakaran sumur minyak yang terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, disebabkan dari kegiatan penambangan liar (Illegal Drilling) di halaman rumah warga yang berada di sekitar wilayah operasi Kerja Sama Operasi (KSO) PT Aceh Timur Kawai Energy, dengan tidak memperhatikan prosedur keselamatan pemboran migas yang baik dan benar.(Hen).

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...