Topik

Terkait Pengerjaan Pelebaran Jalan Kota Kualasimpang

Perwakilan Pedagang dan Pemilik Ruko Mengadu ke Dewan

·
Perwakilan Pedagang dan Pemilik Ruko Mengadu ke Dewan
Perwakilan pedagang dan pemilik ruko mengadu ke DPRK Aceh Tamiang terkait pengerjaan pelebaran jalan Kota Kualasimpang. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Sejumlah perwakilan pedagang dan pemilik rumah toko (ruko) mengadukan proses pengerjaan pelebaran jalan dan parit di Pasar Pagi Kota Kualasimpang ke Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, Senin (11/11/2019) kemarin.

Para pedagang menilai pengerjaan itu, khususnya parit dilakukan asal jadi dan tidak memerhatikan keberadan pedagang. Mereka meyakini bila pengerjaan tetap dilanjutkan dengan konsep seperti saat ini, maka keberadaan parit itu bakal membunuh usaha para pedagang.

Saat ini kata mereka, posisi parit lebih tinggi dari bangunan sekitar."Bayangkan parit lebih tinggi daripada bangunan. Kalau ini tetap dilanjutkan, semua ruko di Pasar Kualasimpang akan terendam banjir," kata Fauzi Nazir.

Fauzi yang akrab disapa Ucok Brimob meminta DPRK Aceh Tamiang menegur Dinas PUPR agar merubah konsep agar parit tetap lebih rendah dari bangunan. "Sebelum ini selesai, mohon diubah. Kalau dilanjutkan dengan kondisi seperti ini, bakal gak ada pengunjung ke toko kami," lanjut Ucok diamini rekan-rekannya.

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, Miswanto secara khusus kemudian menghadirkan Plt Kadis PUPR Aceh Tamiang Mix Donald. Di hadapan pedagang, Mix Donal menjelaskan kalau proyek yang sedang berporses saat ini bukan parit, melainkan pelebaran jalan.

Dia memastikan proses pengerjaan sudah menjalani pembahasan oleh PPTK dan konsultan perencanaan. Mix berharap pedagang bersabar dan tidak cepat mengambil kesimpulan. "Kan belum siap. Jadi yang dikhawatirkan pedagang sama sekali tidak terbukti," kata dia. 

Dijelaskannya pula untuk merubah desain bangunan tidak semudah dibayangkan karena sudah sesuai dengan rencana anggaran bangunan (RAB). "Kalau dirubah dan tidak sesuai RAB, justru jadi masalah. Maksud saya kita tunggu selesai, kalau memang bermasalah nanti ada perbaikan," kata dia. 

Miswanto sendiri berencana akan meninjau langsung proyek bernilai Rp 6.274.074.000 yang bersumber dari APBK Aceh Tamiang 2019 itu.  "Pengerjaannya harus sesuai spek. Kami akan turun ke lokasi dan kalau dibutuhkan kita akan lakukan pansus," ujar Miswanto. (Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...